PLT Ketua DPRD Babel Amri Cahyadi
PLT Ketua DPRD Babel Amri Cahyadi ( SonoraBangka.id / edwin)

Tutup Defisit, 2021 Pemprov Babel Ajukan Pinjaman Rp 245 M

9 Oktober 2020 13:32 WIB

SonoraBangka.id - Guna menutupi APBD provinsi Bangka Belitung (Babel) yang mengalami defisit murni sebesar Rp540.360.908.811,33, akibat penurunan sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berimbas dari dampak pandemi Covid-19.

Pemerintah Provinsi Babel mengajukan pinjaman sekitar Rp245 miliar kepada PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari Kementerian Keuangan.Rencana pengajuan pinjaman tersebut tertuang dalam RKU PPAS 2021.

Plt Ketua DPRD Babel Amri Cahyadi menjelaskan rencana pinjaman itu karena pendapatan melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Babel berkurang, kemudian penurunan Dana Bagi Hasil ekspor timah yang juga mengalami penurunan.

Dana pinjaman ini nantinya langsung menunjukan kegiatan-kegiatan secara terperinci sesuai dengan perencanaan yang telah disetujui dengan catatan, pinjaman daerah yang digunakan itu untuk membangun infrastruktur dalam hal mengurangi beban masyarakat.

"Kemudian juga ada sisi pendapatan atau timbal balik. Jadi dari infrastruktur yang kita bangun, akan memberikan income kepada daerah, dan pastinya harus sesuai dengan aturan. Kami berdebat panjang menyangkut hal itu, dan pastinya ini lah yang dapat kami sepakati, kita formulasikan dan berikutnya kita bahas PPAS dan sudah mengakomodir usulan-usulan eksekutif maupun legislatif," jelas Amri.

DPRD Babel memberikan waktu dua minggu kepada tim anggaran pemerintah daerah untuk menentukan kegiatan mana saja yang prioritas, kemudian ditampung di RAPBD,serta dievaluasi oleh Kementerian Dalam Negeri.Pinjaman tersebut tidak membebani APBD provinsi karena angka tersebut sudah diperhitungkan secara matang dan syaratnya pun tergantung dengan besarnya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.

"Sebenarnya tawaran dari PT. SMI dari Kementerian Keuangan itu lumayan besar sekitar Rp500 miliar lebih, tetapi kita kan hitung-hitungan, berapa kemampuan daerah kita untuk membayar dan pinjaman ini sistem syariah, bunga nya kecil dan pastinya menjadi tanggung jawab kami DPRD untuk periode sekarang sampai 2024," ungkapnya.

Amri Cahyadi juga menambahkan di masa pandemi Covid-19 ini, bukan hanya Babel yang mengusulkan pinjaman, tetapi hampir semua wilayah di Indonesia pun mengajukan pinjaman itu, termasuk daerah yang mempunyai PAD yang besar, seperti Jawa barat yang mengajukan pinjaman Rp4 triliun, Banten mengajukan Rp2 triliun, dan Sumsel mengajukan Rp400 miliar.

PenulisEdwin
EditorEdwin
KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm