Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil menghadiri kegiatan Ngopi Coi  (Ngobrol Pintar Cara Orang Indonesia) yang digelar oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Bangka Belitung, Senin (9/11/2020).
Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil menghadiri kegiatan Ngopi Coi (Ngobrol Pintar Cara Orang Indonesia) yang digelar oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Bangka Belitung, Senin (9/11/2020). ( Sonorabangka.id/ Zulhaidir)

FKPT Bahas Terorisme, Molen Sebut Pangkalpinang Aman dan Kondusif

9 November 2020 14:34 WIB

SONORABANGKA.ID - Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil menghadiri kegiatan Ngopi Coi  (Ngobrol Pintar Cara Orang Indonesia) yang digelar oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Bangka Belitung, Senin (9/11/2020).

Kegiatan yang dilaksanakan di Fox Harris Hotel Pangkalpinang ini berfokus pada pelibatan masyarakat tuntuk memahami terkait Literasi Informasi dalam rangka upaya pencegahan terorisme.

Maulan Aklil mengatakan, selama menjabat sebagai Walikota Pangkalpinang, menurutnya situasi di Pangkalpinang masih kondusif dan aman serta tidak ada konflik atas dasar suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

"Hampir 2 tahun saya menjadi Walikota Pangkalpinang, sampai hari ini saya rasa Kota Pangkalpinang kondusif dan aman, tidak ada konflik suku, agama, ras dan antar golongan," ungkap Maulan Aklil.

Menurut Walikota yang akrab disapa Molen ini, bisa dikatakan tidak ada teroris di Pangkalpinang, sebab tidak ada kejadian yang benar-benar menunjukan aksi teror disini.

Dalam kesempatan itu, Walikota Molen juga memberikan apresiasinya kepada FKPT Bangka Belitung dan BNPT yang telah mengadakan kegiatan ini.

"Oleh sebab itu, dalam moment yang baik ini, saya mewakili Pemerintah Kota Pangkalpinang, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada FKPT Babel dan BNPT yang telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat, melalui itu juga mereka melakukan pencegahan-pencegahan, sehingga tidak ada teroris di Kota Pangkalpinang," ungkap Molen.

Molen menuturkan, untuk mencegah radikalisme dan terorisme maka perlu adanya sinergitas yang kuat antara masyarakat dengan aparatur keamanan yang terkait.

"Kegiatan-kegiatan seperti ini akan memberikan kontribusi yang positif, memberi pemahaman kepada masyarakat apa sebetulnya bahaya teroris. Teroris itu akan menimbulkan konflik, dan konflik akan membuat kita semua tidak berkembang," kata Molen.

Ia berharap, pemerintah dan aparat keamanan serta masyarakat dapat bersama-sama mencegah radikalisme dan aksi terorisme di lingkungan sekitar.

KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm