Ilustrasi servis mobil (DOK. PEXELS)
Ilustrasi servis mobil (DOK. PEXELS) ( kompas.com)

Berikut Beberapa Komponen Mobil Transmisi Manual Yang Rawan Rusak

21 November 2020 12:59 WIB

SONORABANGKA.ID - Masih banyak yang beranggapan bahwa mobil bertransmisi manual mempunyai tingkat keawetan komponen lebih baik dibandingkan dengan mobil bertransmisi otomatis.

Walau begitu, tiap-tiap komponennya juga mempunyai masa pemakaiannya tersendiri dan harus diganti bila sudah tidak bisa bekerja optimal.

Selain perawatan yang rutin, perilaku atau cara berkendara juga berpengaruh terhadap tingkat keawetan komponen.

Pada mobil manual, ada beberapa komponen yang rawan mengalami kerusakan seiring dengan penggunaannya.

Berikut beberapa komponen mobil manual yang rawan rusak

Kampas kopling

Komponen yang juga dikenal dengan nama clutch disc ini mempunyai peran yang cukup vital pada mobil manual.

Perangkat yang berbentuk piringan ini membantu mesin pada saat menyalurkan tenaga ke bagian penggerak roda.

Seiring dengan penggunaannya, komponen ini juga akan mengalami keausan. Selain masa usia yang wajar, keausan kampas kopling ini juga dipengaruhi oleh cara berkendara.

Suparna sebagai Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, mengatakan, usia rata-rata kampas kopling adalah 80.000 kilometer.

“Masa pemakaian kampas kopling ini juga tergantung pada penggunaannya, ada yang kurang dari itu sudah diganti,” ujar Suparna kepada Kompas.com belum lama ini.

Ditambahkan Suparna, bila kondisi kampas sudah aus maka akan berpengaruh terhadap perpindahan gigi transmisi.

“Biasanya, jika kampas kopling sudah aus saat perpindahan gigi transmisi akan lebih sulit,” kata Suparna.

Cover kopling

Selain kampas, cover kopling juga menjadi komponen mobil manual yang rawan mengalami kerusakan.

Biasanya, usia pemakaian cover ini juga sama dengan kampas kopling. Sehingga, pada saat kampas kopling sudah aus maka pemilik kendaraan perlu mengganti satu set dengan cover koplingnya.

Dikatakan Suparna, ketika penggantian kampas yang tidak diikuti dengan penggantian cover kopling maka kinerja komponen juga tidak akan maksimal.

“Mengganti kampas kopling harus satu paket dengan covernya, karena kalau tidak tingkat keawetan kampas yang baru juga tidak maksimal,” kata Suparna.

Ditambahkan Suparna, hal ini disebabkan karena kondisi cover yang lama sudah tidak rata. Sehingga, walaupun kampas sudah diganti dengan yang baru maka akan membuat kopling mudah rusak.

Bearing (laher) release

Bearing release juga menjadi salah satu komponen pada mobil bertransmisi manual yang rawan rusak. Bearing atau laher release merupakan bagian kecil yang ada pada perangkat cover kopling.

Walau berbentuk kecil, tetapi komponen ini punya fungsi yang cukup vital. Dan bila bearing release ini mengalami kerusakan maka akan berpengaruh pada kinerja kopling juga pada proses pemindahan transmisi.

Didi Ahadi sebagai Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor ( TAM) mengatakan, bila bearing release rusak maka akan berakibat pada perpindahan gigi transmisi yang sulit.

“Selain kampas kopling, cover kopling, komponen mobil manual yang rawan rusak adalah bearing release. Ini berpengaruh saat perpindahan gigi transmisi,” kata Didi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Komponen Mobil Transmisi Manual yang Rawan Rusak", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2020/11/21/112100715/ini-komponen-mobil-transmisi-manual-yang-rawan-rusak?page=all#page2.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm