Ilustrasi
Ilustrasi ( Thinkstock/iStock )

Tahukan Anda Bahaya Garam? 8 Bahaya Mengkonsumsi Garam Yang Berlebihan

11 Januari 2021 09:38 WIB

SonoraBangka.Id - Garam merupakan bahan makanan yang terdiri dari sekitar 40 persen natrium dan 60 persen klorida. Bahan makanan ini biasa digunakan untuk menambah rasa pada makanan atau mengawetkannya.

Natrium adalah mineral penting untuk fungsi otot dan saraf yang optimal. Bersama dengan klorida, natrium juga dapat membantu tubuh menjaga keseimbangan air dan mineral yang tepat. Namun, terlepas dari fungsinya yang esensial, mengonsumsi terlalu banyak garam dapat menimbulkan efek yang tidak menyenangkan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

 Berikut ini adalah beberapa efek buruk atau bahaya konsumsi garam berlebihan yang dapat terjadi:

 1.Bengkak di tubuh

Makan terlalu banyak garam sekaligus, baik dalam sekali makan atau lebih dari sehari, dapat memiliki beberapa konsekuensi jangka pendek.

Pertama, Anda mungkin merasa lebih kembung atau bengkak dari biasanya. Melansir Health Line, kondisi ini bisa terjadi karena ginjal Anda ingin mempertahankan rasio natrium-air tertentu dalam tubuh . Untuk melakukannya, ginjal menahan air ekstra untuk mengimbangi natrium ekstra yang Anda makan.

Peningkatan retensi air ini dapat menyebabkan pembengkakan, terutama di tangan dan kaki, dan dapat menyebabkan berat badan Anda lebih dari biasanya. Kondisi ini tak boleh terus dibiarkan kerena bisa memberatkan dan menurunkan fungsi ginjal.

 2. Peningkatan tekanan darah sementara

Makanan kaya garam juga dapat menyebabkan volume darah yang lebih besar mengalir melalui pembuluh darah dan arteri Anda. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara. Meskipun demikian, tidak semua orang mengalami efek ini. Misalnya, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients pada 2019 maupun jurnal Nypertension pada 2016 sama-sama menunjukkan, bahwa orang yang resisten terhadap garam mungkin tidak mengalami peningkatan tekanan darah setelah makan kaya garam. Kepekaan seseorang terhadap garam diperkirakan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti genetika dan hormon. Penuaan dan obesitas juga dapat memperkuat efek peningkatan tekanan darah dari diet tinggi garam. Variabel ini mungkin menjelaskan mengapa diet tinggi garam tidak secara otomatis dapat meningkatkan tekanan darah bagi semua orang.

 3. Haus yang intens

SumberKOMPAS.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm