Seorang penumpang mengenakan alat pelindung wajah sebagai tindakan pencegahan terhadap penyebaran virus corona (Covid-19), di sebuah kapal komuter di Sungai Chao Phraya, Bangkok, Thailand, Rabu (1/4/2020).
Seorang penumpang mengenakan alat pelindung wajah sebagai tindakan pencegahan terhadap penyebaran virus corona (Covid-19), di sebuah kapal komuter di Sungai Chao Phraya, Bangkok, Thailand, Rabu (1/4/2020). ( AFP/MLADEN ANTONOV)

Yuk Lindungi Diri untuk Cegah Terpapar Mutasi Virus Corona B.1.1.7

3 Maret 2021 19:39 WIB

SonoraBangka.id - Sekarang ini, mutasi virus corona B.1.1.7 yang berasal dari Inggris telah masuk ke Indonesia.

Seperti yang disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono yang mengumumkan, bahwa telah ada dua kasus dari varian tersebut.

Varian baru dari virus corona tersebut juga telah ditemukan di beberapa negara lain.

Salah satunya adalah Amerika Serikat. Dalam laporan bulan Januari, para peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS memperingatkan mutasi virus tersebut dapat menjadi dominan.

Laporan lain yang dirilis oleh kelompok ilmuwan di Inggris menemukan ada kemungkinan infeksi B.1.1.7 dapat mengingkatkan risiko kematian.

Menurut Anthony Fauci, MD dari National Institute of Allergy and Infectious Disease, temuan tersebut terbilang mengkhawatirkan.

"Memang datanya belum keluar secara resmi. Tapi melihat data awal yang telah dianalisis oleh para ilmuwan Inggris, saya cukup yakin sebenarnya ada kemungkinan infeksi yang lebih serius." Demikian kata Fauci, seperti dikutip Prevention.

Menurutnya, data tersebut merupakan peringatan agar kewaspadaan di tengah pandemi semakin ditingkatkan.

CDC melaporkan varian B.1.1.7 yang muncul di Inggris pada September 2020 dapat lebih menular. 

Namun, ilmuwan belum mengetahui secara pasti apakah gejala yang ditimbulkan dari mutasi virus tersebut berbeda atau tidak.

"Gejala tampaknya tidak berbeda untuk sekarang," kata Prathit Kulkarni, MD dari Baylor College of Medicine di Houston.

Gejalanya

Sejauh ini gejala apabila terpapar virus penyebab Covid-19 masih sama, yakni demam, menggigil, sesak napas, kelelahan, nyeri otot atau tubuh, dan sakit kepala.

Gejala lainnya yakni kehilangan kemampuan mengenali rasa atau aroma, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau meler, mual, muntah, dan diare.

Menurut profesor di University at Buffalo di New York, Thomas Russo, MD, untuk mengetahui seseorang terinfeksi virus SARS-CoV-2 asli atau mutasi B.1.1.7 harus melalui pemeriksaan laboratorium.

Mengingat mutasi virus yang lebih menular, sejumlah ahli merekomendasikan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat agar terlindungi dari paparan virus.

Masyarakat tetap harus memakai masker, menjaga jarak, menghindari pertemuan besar, dan usahakan sesering mungkin untuk mencuci tangan.

Terkait penggunaan masker, ahli menyarankan agar masyarakat memilih masker yang pas di hidung dan mulut. 

Selain itu, untuk perlindungan tambahan terutama saat berada di lingkungan yang ramai, gunakan masker ganda.

Gunakan masker bedah atau masker KN95 yang dilapisi dengan masker kain di atasnya. Atau bisa juga menambahkan face shield, tetapi masker tetap dipakai.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perlindungan Diri untuk Cegah Terpapar Mutasi Virus Corona B.1.1.7", Klik untuk baca: https://lifestyle.kompas.com/read/2021/03/03/164125620/perlindungan-diri-untuk-cegah-terpapar-mutasi-virus-corona-b117?page=all.

 

SumberKOMPAS.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm