Ilustrasi
Ilustrasi ( dressember.org)

Trik Fashionable Serta Peduli Lingkungan, Inilah Trend Thrifting Shop!

14 Maret 2021 19:29 WIB

SonoraBangka.id - Saat ini, thrifting shop atau berbelanja barang bekas, terutama fashion semakin digemari anak muda.

Tidak hanya mencari harga murah, cara ini juga dijadikan wujud peduli lingkungan guna mendukung slow fashion.

Tren fashion bergerak cepat dengan pengulangan gaya. Karena itu, banyak fashion item yang hits di masa lalu bisa kembali digunakan dengan gaya modern.

Bagi sebagian kalangan mungkin berbelanja barang preloved masih terasa asing.

Ada banyak pertanyaan soal higienitasnya dan keamanannya. Banyak yang memandang sebelah mata soal kebiasaan belanja barang preloved ini.

Kebanyakan dianggap hanya ingin tampil fashionable tanpa mengeluarkan biaya yang layak.

Padahal, sebenarnya itu bukan masalah utamanya. Banyak anak muda menjadikan gaya berbelanja barang bekas sebagai cara berkontribusi pada isu dunia.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah 5 hal yang menjadi daya tarik utama dari pola thrifting shopping:

Zero waste

Belakangan ketika isu kepedulian lingkungan semakin berkembang, publik mulai menyadari jika industri fashion bisa memberikan dampak buruk pada bumi.

Terlebih lagi berbagai brand fashion ready-to-wear di dunia kerap berkonsep fast fashion.

Produksi sebanyak-banyaknya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Masyarakat juga semakin konsumtif berbelanja pakaian sehingga limbah tekstil semakin banyak.

Memanfaatkan pakaian atau tas bekas layak pakai bisa menjadi cara memakai ulang produk lama tersebut.

Dengan demikian, kita bisa sedikit berkontribusi untuk mengurangi sampah di dunia.

Peduli akan nasib buruh

Berbagai produsen fast fashion berusaha menghasilkan barang dengan biaya produk yang rendah.

Tak heran jika kemudian upah pekerja yang diberikan amat memprihatinkan.

Ada pula isu soal keselamatan kerja dan jam kerja panjang yang tidak manusiawi.

Menerapkan gaya fesyen lambat bisa menjadi cara untuk menciptakan kondisi yang lebih baik.

Harapannya jika publik lebih banyak mengenakan item produksi slow fashion maka pelaku industi besar akan mengubah perilaku dan sistemnya.

Ramah di kantong

Kebiasaan belanja item preloved jelas lebih ramah di kantong. Kebanyakan produk biasanya dijual dengan harga yang sangat murah.

Umumnya si pemilik sebelumnya tidak menjual demi keuntungan dan hanya berharap bisa mendapatkan pengguna baru.

Hal ini menjadi keuntungan bagi pembeli karena ada lebih banyak uang yang bisa dihemat.

Dana yang dialokasikan juga bisa dipakai untuk memberi produk lain. Misalnya saja seperti tas atau sepatu.

Tidak ada duanya

Pakaian hasil dari thrifting shopping akan terasa unik dan tiada duanya.

Kita bisa memodifikasi dan melakukan padu padan sesuai dengan gaya personal.

Metode ini menjawab persoalan banyak anak muda yang merasa produk fashion di pasaran tidak sesuai dengan seleranya.

Selain itu, kita juga bisa berkreasi semaksial mungkin dengan berbagai pilihan.

Menyenangkan

Membeli berbagai item fashion preloved juga menyenangkan bagi sebagian orang.

Berbeda dari belanja produk baru, kita harus sebisa mungkin memilih item yang paling sesuai dan berkualitas.

Karena itu perasaan senang yang didapatkan pasti berbeda dibandingkan berbelanja di mall atau toko.

Apalagi dengan berbagai dampak positif akan thrifting shop maka aktivitas belanja kita jadi lebih bermanfaat.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tren Thrifting Shop, Trik Fashionable Sekaligus Peduli Lingkungan", Klik untuk baca: https://lifestyle.kompas.com/read/2021/03/11/203614020/tren-thrifting-shop-trik-fashionable-sekaligus-peduli-lingkungan?page=all.

SumberKOMPAS.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm