Gubernur Babel Erzaldi Rosman
Gubernur Babel Erzaldi Rosman ( Ist)

Gubernur Babel Teruskan Pendukung Pertanian Sawit Kepada BPDKS

15 September 2021 10:29 WIB

SonoraBangka.id - Gubernur Kepulauan Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman menyampaikan kepada Badan Pengembangan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDKS) dalam Sosialisasi Program Bantuan Langsung Kementerian Pertanian RI melalui BPDPKS yang dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom-Meeting, belum lama ini.

Dua hal yang disampaikan Gubernur Erzaldi antara lain, pertama jatah bibit yang disalurkan ke Babel masih sangat sedikit.Kedua, perlunya kolaborasi antara tanaman sawit dengan tanaman yang bisa menjadi penghasilan bagi petani kurang lebih dua kali dalam satu tahun.

"Merupakan kesempatan baik untuk saling berkomunikasi, sinergi, dan kolaborasi dalam Zoom Meeting yang difasilitasi oleh Kanwil Dirjen Perbendahaan untuk menghubungkan hal-hal antar Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah, Saya berterima kasih karena yang hadir sangat hebat-hebat dan direspon cepat hingga terlaksana sosialisasi ini," ungkap Gubernur Erzaldi.

Pembahasan tentang rencana Program Replanting Sawit di Babel, Gubernur Erzaldi menekankan dua hal tersebut dan diharapkan dapat terjalin kolaborasi dan sinergi terutama demi kebaikan sawit rakyat dan menyejahterakan masyarakat kita, khususnya di Babel.

"Saya bersyukur, kehadiran peserta hari ini adalah orang-orang yang sangat konsen terhadap pertumbuhan sawit di Babel," ujarnya.

Dijelaskan Gubernur Erzaldi bahwa, harga sawit di Babel naik drastis di tahun 2021 dan komoditi sawit sangat menopang angka pertumbuhan ekonomi Babel. Pertanian dan perikanan saat ini hampir menyamai pertambangan yang masih terus menjadi primadona.

"Yang lebih membanggakan dan membuat bahagia karena Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pangan, pertanian, dan perikanan Babel sekarang malah memberi kontribusi besar," jelasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Erzaldi menyampaikan tentang program tanaman sela (tasela) yang sedang digalakkan untuk menopang ekonomi petani selagi menunggu masa panen, terlebih ini adalah program peremajaan pohon sawit yang setidaknya menunggu waktu 4 tahun untuk mendapat hasil.

"Disela-sela pohon sawit, dapat ditanami porang atau jahe merah karena para petani kita melangsungkan replanting hingga menghasilkan baru di saat usia empat tahun nantinya. Maksudnya agar petani kita tetap memiliki penghasilan," ungkapnya.

SumberDiskominfo Babel
PenulisEdwin
EditorEdwin
KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm