SonoraBangka.id - Biasanya setelah melahirkan, tidak sedikit ibu baru mengalami demam yang berkisar di suhu 37-37,5 derajat Celcius.
Namun apabila demam setelah melahirkan lebih tinggi dan tak kunjung turun dalam waktu 48 jam, maka terjadi infeksi yang harus ditangani.
Segera bawa ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan terbaik.
Melansir GridHealth, ada beberapa penyebab demam setelah melahirkan ini:
1. Sisa plasenta dalam rahim
Beberapa menit setelah bayi lahir, umumnya plasenta akan segera menyusul keluar.
Tapi jika rahim tidak berkontraksi dengan baik, maka proses pelepasan plasenta tidak dapat berjalan dengan sempurna.
Sisa plasenta yang tertinggal di dalam rahim selama lebih dari 30 menit disebut retensio plasenta.
Rahim yang tidak bersih rentan infeksi serta perdarahan.
2. Ketuban pecah sebelum waktunya
Dalam waktu 6 hingga 8 jam setelah ketuban pecah, ibu sudah harus ke rumah sakit.
Kecuali bila sebelumnya sudah diberitahu bahwa bayi di dalam kandungan melintang, maka saat ketuban pecah tidak boleh menunda lagi.
Ibu harus langsung ke rumah sakit untuk berbaring agar tali pusar tidak turun dan membahayakan janin.
3. Kebersihan yang tak terjaga pada organ intim/luka bekas operasi
Kebersihan organ intim/luka bekas operasi pascapersalinan wajib dijaga agar tidak menimbulkan infeksi.
Demam usai melahirkan pun akan terjadi jika ada infeksi.
4. Persalinan macet
Dokter harus berkali-kali melakukan pemeriksaan dalam sehingga kuman bisa masuk melalui vagina hingga ke rahim.
Untuk mengurangi risiko tersebut, pemeriksaan dalam sebaiknya dibatasi maksimal tiga kali hingga saat persalinan.
Selain itu, dokter ataupun penolong persalinan yang akan melakukan pemeriksaan dalam diwajibkan membersihkan tangannya dengan sabun atau cairan disinfektan.
Tak hanya itu, sarung tangan yang digunakan pun harus dalam kondisi bersih dan telah melalui proses sterilisasi.