Ilustrasi vaksin Covid-19: Vaksin Zifivax asal China menjadi vaksin kesepuluh yang mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM untuk vaksinasi di Indonesia
Ilustrasi vaksin Covid-19: Vaksin Zifivax asal China menjadi vaksin kesepuluh yang mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM untuk vaksinasi di Indonesia ( SHUTTERSTOCK/Chokniti Khongchum )

Ini Mekanisme Vaksin Booster yang Mulai Diberikan 12 Januari untuk Masyarakat

11 Januari 2022 09:40 WIB

SonoraBangka.id - Rencanaya, Vaksin booster untuk masyarakat umum akan mulai dilakukan pada 12 Januari 2022 mendatang.

Keinginan Presiden Joko Widodo tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin secara virtual pada Senin (03/01).

Kendati demikian, jenis vaksin ketiga yang akan digunakan masih menunggu hasil rekomendasi dari Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Saya update soal program vaksinasi booster, tadi sudah putuskan Bapak Presiden berjalan tanggal 12 Januari ini,"

"Jenis booster akan kita tentukan ada yang homologus atau jenisnya sama, ada yang heterologus jenis vaksinnya berbeda, nanti akan bisa segera diputuskan tanggal 10 sesudah keluar rekomendasi dari ITAGI dan BPOM," ujarnya, dilansir dari Kompas.com.

Kendati demikian, pemerintah telah menyiapkan mekanisme distribusi vaksin booster ini.

Vaksin booster untuk masyarakat umum ini akan diberikan pada mereka yang sudah berusia minimal 18 tahun.

Menurut data, akan ada sekitar 21 juta masyarakat Indonesia yang mendapat kloter pertama vaksin ketiga ini.

"Kita identifikasi ada sekitar 21 juta sasaran di bulan Januari yang sudah masuk ke kategori ini," ujarnya.

 

Adapun untuk stok vaksin, pemerintah setidaknya membutuhkan 230 juta dosis vaksin Covid-19 untuk vaksinasi booster.

Saat ini, kata Menkes Budi, pemerintah sudah mengamankan 113 juta dosis vaksin.

"Vaksinasi booster, memang vaksinasi booster ini kita butuhnya ini kita butuh 230 juta (dosis), kita sudah secure (amankan), pemerintah 113 juta (dosis)," tandas Budi.

Di sisi lain, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ada tiga opsi yang disiapkan pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi booster.

Ketiganya yaitu program pemerintah, penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan, dan mandiri alias berbayar.

Jadi, tidak semua vaksin ketiga ini akan berbayar.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm