Ilustrasi
Ilustrasi ( SHUTTERSTOCK)

Perilaku Pasangan Bikin Kesal? Hadapi dengan Tips Pintar Atur Emosi

5 Maret 2022 09:00 WIB

SonoraBangka.id - Sering kali kita dibuat kesal, sewot atau marah-marah akibat kebiasaan dan perilaku pasangan yang menyebabkan emosi memuncak.

Padahal, sudah diingatkan berkali-kali, tapi tetap saja diulangi.

Daripada jengkel, yuk, tenangkan pikiran, tarik napas dalam-dalam, dan buang perlahan.

1. Titipnya Apa, Dibeliinnya Apa

Pernah enggak, sih, saat kita minta tolong pasangan untuk berbelanja, pas pulang si dia malah beli barang yang berbeda. Ya ampun! Daripada marah-marah, lakukan ini.

Supaya enggak terulang, jadikan sebagai pelajaran dan mulailah membuat daftar belanja secara rinci. Seperti menuliskan merek, warna, jumlah, hingga harga kisaran produk tersebut.

Cari gambar produk yang Anda butuhkan di internet, lalu kirimkan ke WhatsApp-nya.

Bila perlu, hubungi pasangan lewat video call.

Sebelum pergi, ingatkan kembali untuk belanja sesuai daftar saja.

2. Main Game Terus, Keluarga Tak Terurus!

Membiarkan pasangan main game sesekali, enggak akan jadi masalah, kok. Si dia, kan, juga berhak punya momen me time. Eh, tapi… kalau pasangan jadi kecanduan game dan enggak peduli sama keluarga, gimana, dong?

Bicarakan langsung dengan bahasa yang sopan dan jelas, agar pasangan tetap merasa dihargai.

Buat jadwal dan aturan bermain game.

Supaya si dia luluh, coba libatkan anak untuk bantu mengingatkan.

Jika semua cara sudah dicoba, kurangi ekspektasi bahwa pasangan bisa cepat berubah dalam waktu singkat. 

3. Bete! Kenapa Belum Pulang?

Pasangan izin ke luar untuk lakukan hobinya bersama teman? Ya, tentu saja boleh. Namun, ketika kita menunggu dia pulang pada waktu yang sudah dijanjikan, kok, enggak sampai-sampai, ya?

Temukan win-win solution. Agar kebutuhan bersosialiasi terpenuhi, buat jatah masing-masing untuk melakukan kegiatan pribadi.

Berikan peraturan untuk melakukan pekerjaan rumah terlebih dahulu.

Biar adil, ajak si dia untuk lebih banyak bermesraan atau quality time. Misalnya, nonton film bareng, makan malam romantis, atau sekadar berpelukan.

Sesekali, lakukan hobi yang disukai pasangan bersama-sama.

4. Hobi Mahal, Boros Maksimal

Sewaktu beberes rumah, Anda menemukan struk belanja helm seharga Rp1 juta. Lalu, Anda teringat dengan helm baru milik pasangan yang diakuinya cuma seharga Rp200.000. Nah, ketahuan bohong, kan!

Sebaiknya jangan melarang pasangan membeli barang sesuai hobi, melainkan ajak pasangan lebih terbuka supaya dia mau berkonsultasi sebelum membeli barang baru.

Atur metode budgeting untuk kebutuhan pokok. Setelahnya, jelaskan kepada pasangan agar dia bisa memberikan masukan.

Selain itu, ingatkan dia akan rencana masa depan yang sudah Anda berdua rencanakan.

Sementara itu, yang tidak kalah penting, bantu pasangan menahan sifat konsumtifnya.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm