Ilustrasi Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Ilustrasi Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. ( KOMPAS.com)

IHSG Berakhir Merah, Net Buy Asing Mencapai Rp 3,35 Triliun

25 April 2022 17:46 WIB

SonoraBangka.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/4/2022). IHSG hampir tidak sekalipun menyentuh zona hijau selama jam perdagangan hari ini.

IHSG ditutup turun 9,62 poin (0,13 persen) pada level 7.215,6. Asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 3,35 triliun pada perdagangan hari ini.

Melansir RTI, terdapat 162 saham yang hijau, 388 saham merah, dan 150 saham lainnya stagnan. Jumlah transaksi seharian ini mencapai Rp 19,3 triliun dengan volume 30,7 miliar saham.

Net sell asing tertinggi dicatatkan oleh Bank Mandiri (BMRI) sebesar Rp 201,8 miliar. BMRI selama sesi II melemah 0,6 persen di level Rp 8.225 per saham. BMRI juga mencatatkan total transaksi Rp 740,9 miliar dengan volume 89,5 juta saham.

Kemudian, Astra International (ASII) juga mencatatkan aksi jual bersih asing tertinggi selanjutnya sebesar Rp 102 miliar. Saham ASII berada di level Rp 7.075 per saham atau naik 0,35 persen. Adapun volume perdagangan ASII mencapai 52,3 juta saham dengan total transaksi Rp 368,4 miliar.

Telkom Indonesia (TLKM) juga mencatatkan net sell tertinggi selanjutnya sebesar Rp 56,7 miliar. TLKM menguat 1,9 persen di posisi Rp 4.710 per saham dengan volume 92 juta saham dan transaksi Rp 429,3 miliar.

Sementara net buy asing tertinggi dicatatkan oleh Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp 283,2 miliar, dengan total transaksi Rp 1,1 triliun. Disusul oleh Bank Central Asia (BBCA) yang mencatatkan net buy senilai Rp 127,6 miliar dengan total transaksi Rp 724,6 miliar.

Saham yang menahan indeks, dipimpin oleh Harum Energy (HRUM) yang ambles 5,17 persen pada posisi Rp 11.925 per saham. Disusul oleh Aneka Tambang (ANTM) yang turun 4,3 persen pada level Rp 2.620 per saham. Kemudian, Indika Energy (INDY) yang melemah 3,7 persen di level Rp 2.580 per saham.

Sementara saham yang menopang indeks, Unilever Indonesia (UNVR) yang melesat 7,5 persen di posisi Rp 3.690 per saham. Kemudian, Bank Tabungan Negara (BBTN) yang menanjak 5,07 persen di level Rp 1.865 per saham. Dilanjutkan oleh XL Axiata (EXCL) yang naik 4,1 persen menjadi Rp 3.290 per saham.

Bursa Asia merah dengan penurunan terdalam pada Shanghai Komposit sebesar 5,13 persen, Hang Seng Hong Kong ambles 3,7 persen, Nikkei 1,9 persen, dan Strait Times 0,56 persen.

SumberKOMPAS.com
KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm