( )

Jembatan Bahtera Pulau Bangka-Sumatera, Ini Sejumlah Faktanya dan Keuntungannya

15 Juli 2022 10:47 WIB

SONORABANGKA.ID - Rencana pembangunan jembatan Bangka-Sumatera atau Bahtera sudah diwacanakan beberapa tahun ini. Akankah pembangunan jembatan tersebut terwujud?

Pemerintah Provinsi Babel diketahui, telah menyelesaikan dokumen Pra Studi Kelayakan Proyek, Feasibility Study (FS) untuk meyakinkan bahwa proyek konstruksi yang diusulkan layak untuk dilaksanakan, baik dari aspek perencanaan dan perancangan.
Fungsional, Teknik Jalan Jembatan Dinas PUPR Babel, Yuli Hartati didampingi Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Babel, Martini, mengatakan pihaknya telah menyelesaikan tahapan pra studi Feasibility Study (FS) yang kemudian diserahkan ke Kementerian PUPR.

"Untuk jembatan Bahtera, kalau untuk Pemerintah Provinsi Babel sampai di Pra Studi FS. Selebihnya untuk FS dilakukan pihak Kementerian PUPR. Nah, untuk Detail Engineering Design (DED) juga di Kementerian PUPR, setelah akhir FS-nya apakah bakal berkelanjutan atau tidak untuk memenuhi syarat atau tidak dilaksanakan DED-nya oleh kementerian," jelas Yuli.

Yuli menambahkan, untuk Feasibility Study (FS) dilakukan untuk dapat mempelajari layak atau tidak jembatan dibangun, kemudian menilai sisi ekonomis, keamanan apabila dibangun nantinya.

"Di situ akan tahu layak atau tidak, setelah ada hasilnya, kalau layak kemudian ditentukan desainnya. Kalau dari kita telah melaksakan pra studinya, nanti study itu dan DED dilakukan oleh Kementerian PUPR. Hasilnya seperti apa layak atau tidak," ujarnya.

Kemudian untuk biaya pembangunan jembatan berkisar Rp 15 triliun yang bersumber dari APBN, menurutnya, dapat saja berubah karena melihat naiknya harga sejumlah barang kebutuhan.


"Kalau itu kemungkinan bisa berubah, karena melihat harga kebutuhan pokok juga. Tetapi kalau untuk manfaat tentu ini berdampak pada ekonomi barang-barang pokok kita semula lewat kapal laut, bakal melalui jembatan itu yang semula susah bakal menjadi lancar, karena tidak ada lagi kendala dari gelombang tinggi," jelasnya.

Berikut ini sejumlah rangkuman fakta tentang jembatan antar pulau yang akan dibangun tersebut.


1. Bernama Bahtera Sriwijaya


Jembatan yang diberi nama Jembatan Bahtera Sriwijaya itu akan menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Bangka.

Hal itu dikatakan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman ketika menerima kunjungan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru ke Babel, Kamis (17/9/20).

"Dari obrolan kami tadi, kami mengambil kesempatan untuk memberi nama Jembatan Sumatera-Bangka, yaitu ‘Bahtera Sriwijaya’," ujar Gubernur Herman Deru.  

Jembatan ini akan dibangun dengan menggunakan teknologi modern. “Tiang jembatan tentu harus tinggi, supaya tidak menghalangi jalur lalu lintas di laut,” pungkasnya..

2. Lokasi di Sebagin dan Tanjung Tapa Kecamatan Tunjung Selapan

Dalam sejumlah pertemuan telah sepakati titik lokasi jembatan penghubung yaitu untuk Sumatera Selatan dan Bangka Belitung terletak di Desa Tanjung Tapa Kecamatan Tunjung Selapan Kabupaten OKI Provinsi Sumsel dan Desa Sebagin Kabupaten Bangka Selatan.

3. Memiliki Panjang 13,5 Km

Jembatan ini memiliki total panjang jembatan 15 Km. Dan telah disepakati akan berlokasi di Desa Tanjung Tapa Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten OKI Provinsi Sumsel dan Desa Sebagin Kabupaten Bangka Selatan.

Sehingga menghubungkan Provinsi Sumsel dengan Provinsi Kepulauan Babel sepanjang 13,5 kilometer.


Untuk selanjutnya, HD berharap hasil pertemuan yang telah dicapai agar segera ditindak lanjuti untuk melengkapi syarat usulan kepemerintah pusat yang sudah dinantikan. Rencananya pada tahun 2024 sudah ada progres pelaksanaan pembangunannya.

Apa Saja Keuntungannya?

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bangka Belitung, Azwari Helmi mengatakan, apabila dibangun jembatan Bahtera menjadi alternatif untuk menjadikan murahnya harga barang-barang kebutuhan pokok di Babel.

"Karena kita ini daerah kepulauan, selalu ketergantung dengan daerah luar. Dari mulai beras, gula, kopi dan lainnya. Tetapi apabila ada jembatan Bahtera mereka bisa langsung melalui jalur darat. Termasuk dari kita, artinya bukan hanya dari luar ke Babel. Tetapi dari Babel ke luar juga bisa," kata Azwari Helmi kepada Bangkapos.com, Rabu (13/7/2022).

Termasuk, kata Helmi apabila masyarakat Babel yang ingin menjual TBS kelapa sawit dan barang pokok lainya langsung dapat dilakukan ke Provinsi Sumatera Selatan.

"Sudah ada jembatan jual buah sawit dapat ke Palembang, karena di dalam Babel ini dijual murah. Siapa tahu dijual ke luar Babel menjadi lebih mahal. Jadi sudah selayaknya jembatan itu dibangun. Kita dari DPRD jelas mendukung," kata Politikus PPP ini.

Helmi juga menyampaikan, untuk tindak lanjut jembatan tersebut saat ini sedang dilakukan proses di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Kita sudah ke Bappenas proyek itu dilanjutkan, tetapi untuk 2024 tidak selesai, belum. Prosesnya masih berjalan, karena banyak sekali pembebasan lahan dilakukan dan lainya masih banyak dilakukan," terangnya.

Ia meyakini, apabila jembatan Bahtera jadi dibangun akan berdampak besar untuk pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung.

"Babel akan tumbuh perekonomiannya, kita tidak lagi seperti terisolir, karena tranportasi darat ke daerah Sumsel lancar," katanya.

Rencana pembangunan Jembatan Bahtera Sriwijaya, menghubungkan Provinsi Sumatera Selatan dengan Provinsi Bangka Belitung dianggap memiliki potensi peningkatan perekonomian di dua daerah ini.

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung, Devi Valeriani, memberikan pandanganya, mengenai pembangunan infrastruktur jembatan Bahtera dikatakanya begitu penting.

Karena bakal menghubungkan antar daerah maupun antar pulau, terlebih karena Bangka Belitung adalah wilayah kepulauan.

"Kedua provinsi tersebut masing-masing memiliki potensi untuk mengembangkan ekonominya dengan terbangunnya Jembatan Bahtera. Maka konektivitas antar kedua wilayah tersebut memiliki alternatif dengan harapan jalur lalu lintas di antara kedua wilayah menjadi lebih lancar," kata Devi Valeriani.

Dia menambahkan, masyarakat dapat melakukan kegiatan berwisata dengan jarak tempuh yang lebih pendek, ekspor maupun impor barang.

Terutama pangan sehingga mendukung ketahanan pangan dan terjaganya inflasi dengan harapan mampu mendongkrak daya saing produk lokal.

"Pembangunan jembatan ini tidak hanya sekedar pembangunan infrastruktur saja. Namun, akan memberi harapan berupa manfaat untuk mengurangi disparitas atau ketimpangan baik secara ekonomi maupun sosial," ujarnya.

"Yang tujuan akhir dari pembangunan tersebut adalah pemerataan hasil pembangunan melalui peningkatan taraf ekonomi masyarakat. Diidentikkan dengan pendapatan, pendidikan dan kesehatan masyarakat," lanjutnya.

Ia menambahkan, dengan pembangunan konektivitas ini maka diharapkan akan terjadi kemudahan dan kelancaran mobilitas rakyat dalam bekerja dan berusaha, juga akan meningkatkan produktivitas masyarakat.

"Peluang yang harus ditangkap oleh masyarakat Bangka Belitung adalah bagaimana memanfaatkan akses tersebut untuk kegiatan-kegiatan yang bernilai ekonomis. Seperti kemudahan memperoleh bahan baku bagi usahanya, kemudahan akses menjual produk-produk usaha, kemudahan kses pendidikan dan kesehatan," terangnya.

Selain itu, sektor yang akan merasakan dampak dari pembanguanan jembatan ini di antaranya adalah pariwisata, transportasi dan pergudangan, pertanian, perikanan, industri pengolahan dan tidak menutup kemungkinan sektor lainnya.

"Manfaat lain dari pembangunan jembatan ini adalah adanya kemajuan yang pesat bagi kedua wilayah. Memperlancar urat nadi yang menjadi ciri khas masing-masing daerah yang dikenal banyak orang karena terbukanya jalur transportasi dan komunikasi," jelasnya.

Dikatakanya, manfaat tersebut akan bergulir memberi dampak ekonomi karena akan terbentuknya keramaian arus kendaraan, pertumbuhan angkutan barang. Maupun orang melalui jalur darat, diyakini akan meningkat signifikan dan daya saing ekonomi antar daerah akan tumbuh.

KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm