( )

Ini Alasan Kirana Larasati Pernah Ingin Opersi Plastik jadi Jelek

28 September 2022 11:57 WIB

SONORABANGKA.ID - Setiap wanita pastinya ingin memiliki wajah cantik. Bahkan, beberapa diantaranya melakukan operasi plastik untuk mendapatkan wajah cantik nan rupawan.

Lain halnya dengan Kirana Larasati yang menginginkan operasi plastik agar dapat mengubah wajahnya menjadi jelek saat masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Pasalnya, Kirana Larasati pernah mengalami pelecehan seksual sebanyak dua kali saat masih kelas 5 SD dalam waktu yang berdekatan.

Hal ini pun membuat perasaan Kirana Larasati berkecamuk hingga dirinya memiliki keinginan untuk melakukan operasi plastik.

"Aku suka punya pikiran pengin mati, aku benci tubuhku. Terus pengin operasi plastik kalau punya uang, pengin jadi orang jelek," kata Kirana Larasati di YouTube Daniel Mananta Network.

Pelecehan seksual juga tidak hanya dirasakan oleh Kirana Larasati. Sang ibunda yang hanya selisih 21 tahun darinyna juga kerap mengalami hal serupa.

"Soalnya bukan cuma pelecehan seksual fisik, tapi kalo lagi di jalan, mamaku jalan ke pasar, pecinan, orang-orang yang suka nongkrong itu godain 'cantik, tante mau ke mana? Anaknya cantik banget'," tambahnya.


Ibunda Kirana Larasati pun tidak merasa nyaman dengan pelecehan seksual secara verbal yang diterima dirinya dan anaknya itu.

"Itu kan (ibuku) bawa payung, (digenggam) keras banget sampai gemeteran," jelasnya lagi.

Karena pengalaman yang kurang menyenangkan terebut, Kirana Larassati gemar mengutarakan kecaman terhadap pelecehan seksual.

Hal ini dilakukan lantaran di masa lalu, Kirana tidak memiliki kekuatan untuk melawan. Kini, ia ingin selalu membela wanita yang mengalami kejadian serupa.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.