LUSTRASI: Tugu Titik Nol Kilometer Pulau Bangka yang di batas antara Mako Polres Pangkalpinang yang lama dengan GPIB Maranatha Pangkalpinang yang akan diresmikan malam tabun baru.
LUSTRASI: Tugu Titik Nol Kilometer Pulau Bangka yang di batas antara Mako Polres Pangkalpinang yang lama dengan GPIB Maranatha Pangkalpinang yang akan diresmikan malam tabun baru. ( Bangkapos.com/Dok )

Siap Jadi Kota Metropolis, Pangkalpinang Optimalkan Trade Tourism and Investment

1 Oktober 2022 08:29 WIB

SonoraBangka.id - Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil mengatakan, sebagai Ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Pangkalpinang memiliki modal besar untuk menjadi kota metropolis.

Ya, Pangkalpinang dipastikan siap menjadi Kota Metropolis. Kota ini memiliki berbagai sumber daya yang dapat diandalkan untuk menjadi tujuan investasi bagi banyak investor.

Kota ini memiliki tiga pilar unggulan, trade tourism and investment (TTI) atau sektor perdagangan, pariwisata dan investasi menjadi akar kuat untuk mewujudkan impian tersebut.

“Pangkalpinang harus digaris bawahi yakni trade, tourism and investment. Jadi jelas di sini,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (30/9/2022).

Molen biasa Maulan Aklil disapa menegaskan, sebagai daerah perkotaan di Pangkalpinang sendiri tidak ada industri pertambangan. Pangkalpinang sendiri memiliki posisi strategis sebagai pusat kegiatan ekonomi di Kepulauan Bangka Belitung khususnya pada sektor perdagangan.

Hampir semua daerah yang ada di Pulau Bangka memasarkan produknya di sini, baik untuk kepentingan domestik maupun ekspor. Sedangkan dari sektor investasi, pihaknya telah membuka iklim investasi yang ramah bagi para investor dengan mengedepankan digitalisasi.

Ini untuk menjawab tantangan proses perizinan yang biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan dapat dipangkas hanya dalam waktu beberapa hari saja. Kemudian dari sektor pariwisata, banyak kekayaan kuliner, sejarah, dan sumber daya alam yang mampu memikat wisatawan.

“Pangkalpinang tidak mungkin ada pertambangan, hanya hotel, restoran. Maka dari itu jangan sampai diadu bahkan tumpang tindih,” jelas Molen.

Tak hanya itu lanjut dia, untuk dapat terwujudnya program itu harus ada grand design atau pola pikir terintegrasi mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah provinsi yang harus ditentukan oleh masing-masing daerah. Terutama dalam memajukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Terlebih Kota Pangkalpinang saat ini menurutnya masih seperti ‘gadis umur 17 tahun’. Dimana saat ini Pangkalpinang masih dalam masa bersolek untuk menuju kota metropolis. Tujuannya untuk semua masyarakat.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm