Ilustrasi sedih, depresi
Ilustrasi sedih, depresi ( SHUTTERSTOCK)

Psikolog Ungkap Orang Flexing di Media Sosial untuk Tutupi Kesedihan

4 Oktober 2023 17:33 WIB

SonoraBangka.id - Flexing adalah istilah yang digunakan untuk seseorang yang sering pamer kekayaan. 

Semakin sering kita melihat konten flexing media sosial, kita bisa saja membombardir diri dengan beragam pertanyaan lainnya yang cenderung membandingkan diri.

Ujungnya, konten flexing di media sosial itu bisa bikin kita insecure.

Tapi, kalau dipikir-pikir untuk apa, ya, kita insecure melihat konten flexing yang menampilkan kehidupan lebih “wah”?

Kan lebih baik kita banyak-banyak bersyukur saja.

Kita harus sadar bahwa yang dibagikan di media sosial tidak selalu hal yang nyata atau sebenarnya.

Ya, mereka yang mengunggah kontenkonten flexing bisa saja hidup di dunia nyatanya tak sebahagia unggahannya.

Bahkan, Sri Wulandari, M.Sc., M.Psi., Psikolog., Psikolog dari PION Clinician mengatakan bahwa berdasarkan salah satu penelitian, orang-orang yang melakukan flexing di media sosial justru tidak memiliki banyak teman di kehidupan nyata, lho.

Penerimaan sosialnya berbeda terbalik di kehidupan nyata.

Menurut sebuah penelitian, di kehidupan nyata, orangorang cenderung memilih berteman dengan individu yang tidak flexing di media sosial.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm