Seorang wanita pencari kerja mengalami pengalaman pahit saat HRD menolaknya karena wajahnya berjerawat.
Seorang wanita pencari kerja mengalami pengalaman pahit saat HRD menolaknya karena wajahnya berjerawat. ( Ist)

Viral! Sosok Yeppucha Wanita yang Lamaran Kerjanya Ditolak HRD Gara-gara Muka Berjerawat

31 Oktober 2023 10:36 WIB

SonoraBangka.id - Viral, kisah seorang wanita pencari kerja yang mengalami pengalaman pahit saat HRD menolaknya karena wajahnya berjerawat.

Bahkan, HRD tersebut menunjukkan sikap kurang ramah dan mengirimkan sindiran pedas kepada wanita tersebut.

Curhatan sedih wanita ini di TikTok tentang penolakan yang ia terima dari HRD karena jerawatnya telah menjadi viral di media sosial.

Video pertama kali diunggah oleh akun TikTok @yeppucha.id dan kemudian menyebar ke berbagai platform media sosial seperti Instagram.

Pantaun Tribun-Timur.com, Kamis (26/10/2023), postingan @yeppucha.id di TikTok sudah ditonton 385,4 ribu kali, disukai 9.174 dan komentar 688.

Dalam video tersebut, terlihat seorang wanita sedang menangis sambil menceritakan momen saat ia ditolak oleh HRD hanya karena memiliki jerawat di wajahnya.

Wanita ini terlihat sedang dibonceng di atas sepeda motor dan mengenakan seragam hitam putih.

Yeppucha mencatat dalam keterangan bahwa ia telah mempersiapkan banyak hal untuk wawancara kerja. Namun, ia harus mengalami kegagalan karena tidak secerah yang lain.

"Padahal udah nyiapin sebaik mungkin tapi tetep aja kalah sama yang glowing. Ujian setiap orang berbeda," tulisnya. 

Selanjutnya, ia juga membagikan video ketika ia sedang berangkat menuju wawancara kerja.

“Another level of pain, gagal diterima kerja gara2 jerawatan itu rasanya,,,” tulisnya.

Kemudian dalam video lain ia memperlihatkan CV dan juga berkasnya untuk wawancara.

Tak hanya gagal diterima, HRD yang mewawancarainya pun melontarkan kalimat yang membuat Yeppucha tak nyaman.

Penyebab Jerawat

Jerawat adalah suatu kondisi umum pada kulit yang terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh kombinasi sebum, minyak yang menjaga kulit tetap lembap, dan sel kulit mati. Akibatnya, pori-pori menjadi tersumbat dan menyebabkan peradangan yang tampak sebagai benjolan kecil di permukaan kulit, kadang-kadang berisi nanah.

Gangguan kulit ini cenderung muncul di daerah tubuh yang memiliki kelenjar minyak terbanyak, seperti wajah, leher, bagian atas dada, dan punggung. Benjolan-benjolan inilah yang disebut sebagai jerawat.

Ada beberapa faktor yang dapat memicu munculnya jerawat, termasuk:

Produksi sebum berlebih, yaitu zat yang dihasilkan oleh kelenjar minyak untuk mencegah kulit menjadi terlalu kering.

Sumbatan pada folikel rambut oleh campuran sel kulit mati dan sebum.

Pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes yang menyumbat folikel rambut dan memicu peradangan.
Faktor genetik atau keturunan, di mana risiko jerawat bisa meningkat jika salah satu orangtua juga memiliki masalah serupa.

Folikel yang tersumbat dapat membengkak dan membentuk komedo putih atau komedo hitam jika terpapar udara. Kondisi ini tidak boleh diabaikan karena dapat berkembang menjadi pustula, papula, nodul, atau bahkan kista jika terinfeksi oleh bakteri kulit.

Hormon juga berperan, terutama saat aktivitas hormon androgen berlebih atau ketika terjadi fluktuasi hormon selama siklus menstruasi.

Penggunaan kosmetik yang tidak cocok dengan jenis kulit seseorang.

Stres dapat memengaruhi gaya hidup dan pola makan seseorang, yang pada akhirnya dapat memicu munculnya jerawat.

Berikut adalah langkah-langkah untuk mengatasi jerawat:

Mengurangi produksi minyak.
Memerangi infeksi bakteri.
Mempercepat regenerasi sel kulit dan mengurangi peradangan.
Untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai, disarankan untuk berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kulit melalui aplikasi Halodoc. Mereka umumnya akan meresepkan obat-obatan yang mengandung bahan-bahan seperti sulfur, resorsinol, asam salisilat, antibiotik, dan isotretinoin. Penting untuk mengonsumsi obat-obatan ini di bawah pengawasan dokter karena kemungkinan efek samping.

Perlu diingat bahwa wanita hamil sebaiknya tidak menggunakan isotretinoin, karena dapat berisiko menyebabkan kelainan pada janin.

Selain pengobatan medis, ada beberapa tindakan lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi jerawat:

Rutin membersihkan peralatan kosmetik dengan sabun dan air hangat.

Memilih kosmetik yang bersifat non-comedogenic, sehingga tidak akan menyumbat pori-pori kulit.

Menggunakan pelembap non-comedogenic yang sesuai dengan jenis kulit untuk menghindari timbulnya jerawat.

Menghindari kebiasaan memencet atau menyentuh jerawat, karena dapat memperparah kondisi.

Menghindari menggosok wajah dengan kain atau benda kasar lainnya.

Memastikan kebersihan tubuh dengan mandi segera setelah beraktivitas, terutama karena minyak berlebih di wajah dapat memicu timbulnya jerawat.

Nah, perlu diingat bahwa, untuk menjaga kebersihan wajah yakni dengan membersihkannya dua kali sehari untuk mengangkat sel-sel kulit mati, minyak berlebih, dan sisa-sisa kosmetik dari permukaan kulit.


Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Sosok Yeppucha Wanita yang Lamaran Kerjanya Ditolak HRD Gara-gara Muka Berjerawat, Kisahnya Viral, https://bangka.tribunnews.com/2023/10/27/sosok-yeppucha-wanita-yang-lamaran-kerjanya-ditolak-hrd-gara-gara-muka-berjerawat-kisahnya-viral?page=all.

SumberBangkapos.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm