Modifikasi ringan dengan memasang penstabil tegangan koil lebih minim risiko daripada remap ECU.(Tangkapan layar)
Modifikasi ringan dengan memasang penstabil tegangan koil lebih minim risiko daripada remap ECU.(Tangkapan layar) ( KOMPAS.COM)

Cara Modifikasi Ini Lebih Minim Terjadinya Risiko daripada Remap ECU

19 November 2023 19:30 WIB

SONORABANGKA.ID - Adalah Banyak masyarakat suka melakukan modifikasi agar mobil yang dimilikinya lebih bertenaga daripada mobil lain sekelasnya. Tapi, modifikasi yang dilakukan biasanya mempertimbangkan risiko serta biaya yang dikeluarkan.

Sehingga modifikasi ringan seperti remap ECU menjadi pilihan, karena biayanya jauh lebih ringan daripada harus merombak mesin dengan mengganti beberapa komponen racing.

Meski demikian remap ECU tetap saja memiliki risiko, kalau gagal dalam pentransferan data maka ECU bisa rusak, dan hasil remap juga bisa kurang optimal sehingga justru merugikan daripada keuntungan yang didapat.

Pemilik Aha Motor Yogyakarta, Hardi Wibowo mengatakan, remap ECU memang memiliki risiko lebih besar daripada hanya menambahkan perangkat elektronik tertentu, karena ubahannya lebih permanen.

“Sebenarnya ada modifikasi ringan lain yang risikonya lebih minim, namun hasilnya juga bisa dirasakan yakni dengan memasang sejenis penstabil tegangan yang menyuplai listrik ke koil pengapian,” ucap Hardi kepada Kompas.com, Minggu (19/11/2023).

Hardi mengatakan, dari hasil pemasangan produk penstabil tegangan menuju koil pengapian. akselerasi mobil akan menjadi lebih padat dan bila pengemudi tahu caranya bisa menghemat konsumsi BBM.

Pemasangan penstabil tegangan ini bisa dibilang lebih minim risiko daripada remap ECU karena sifatnya bisa sementara. Bila konsumen hendak menjual mobil mudah dikembalikan ke kondisi standarnya.

Penstabil tegangan koil pengapian yang saya pasang ini namanya Curut YiHi 4, prinsip kerjanya sederhana karena hanya menyambungkan kabel 12 volt di koil pengapian menuju perangkat, dan pemasangan kabel negatif ke baterai,” ucap Hardi.

Walau sederhana, menurut Hardi hasilnya bisa dirasakan pengemudi terutama saat menginjak pedal gas untuk akselerasi.

“Ada bedanya sebelum dan sesudah dipasang, akselerasi mobil menjadi lebih responsif mungkin karena tegangan listrik yang menyuplai koil pengapian lebih stabil, sehingga tidak ada jeda saat pedal gas diinjak,” ucap Hardi.

Jadi, bagi konsumen yang ingin melakukan modifikasi ringan bisa mencoba penstabil tegangan listrik yang menyuplai koil pengapian karena risikonya lebih minim.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cara Modifikasi Ini Lebih Minim Risiko daripada Remap ECU", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2023/11/19/162100515/cara-modifikasi-ini-lebih-minim-risiko-daripada-remap-ecu.

SumberKOMPAS.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm