Ilustrasi
Ilustrasi ( SHUTTERSTOCK/Witsawat.S )

Pro Kontra Terkait Nyamuk Wolbachia, Ternyata Bukan Membunuh Virus Tetapi Memperpendek Usia Nyamuk Saja

24 November 2023 07:52 WIB

SonoraBangka.id - Dengan pelepasan nyamuk wolbachia untuk menangani kasus demam berdarah dengue (DBD), kini menjadi perbincangan di kalangan masyarakat.

Namun, kehadiran nyamuk wolbachia masih terasa asing bagi sebagian orang, memunculkan berbagai pro dan kontra yang membuat masyarakat khawatir.

Dalam program Tribun Health, Dosen Universitas Santo Borromeus, Yura Witsqa Firmansyah, S.KM., M.Kes memberikan penjelasan menyeluruh mengenai nyamuk wolbachia.

 

Menurut Yura, wolbachia adalah bakteri yang secara alami hidup di berbagai serangga seperti kecoa dan lalat.

Keberadaan bakteri ini sekitar 65 persen terdapat di dalam tubuh serangga dan tidak mengganggu kehidupan serangga tersebut.

DBD sendiri adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue.

Virus ini tidak dapat langsung masuk ke dalam tubuh manusia, melainkan memerlukan faktor pembawa, yaitu nyamuk jenis aedes aegypti.

Proses pengenalan wolbachia ke dalam tubuh nyamuk ini melibatkan pengambilan bakteri dari tubuh serangga, bukan injeksi langsung ke nyamuk hidup.

.Lantas bagaimana wolbachia ini bisa berada di dalam tubuh nyamuk aedes aegypti? 

"Prosesnya adalah diambil di bakteri dulu yaitu dari tubuh serangga, bukan diinjeksi ke nyamuk hidup, tetapi diinjeksikan ke telur aedes aegypti yang blum menetas. Lalu setelah berkembang maka jadilah nyamuk aedes aegypti wolbachia yang akan berkembang ke lingkungan," tuturnya.

Dalam proses tersebut, Yura menjelaskan, nyamuk dewasa nanti akan lahir betina dan jantan dan akan memperpendek usianya sebanyak 50 persen.

Di versi Kemenkes, nyamuk wolbachia bisa menekan virus dengue yang ada di dalam nyamuk aedes aegypti.

"Saya juga baca penelitian lain bahwa si bakteri ini bukan membunuh atau menekan perkembangan dari virus, tapi memperpendek usia nyamuknya. Misalnya aedes aegypti betina masa hidupnya itu 42- 56 hari ketika ada wolbachia di dalamnya maka hidupnya berkurang 50 persen. Sama halnya dengan nyamuk jantan yang hidupnya 10 hari dan nyamuk wolbachia hanya bertahan 5 hari," tuturnya.

Yura pun menjelaskan, nyamuk betina wolbachia yang kawin dengan nyamuk jantan di lingkungan maka telurnya akan menjadi berwolbachia.

Berbeda halnya dengan nyamuk jantan wolbachia, ketika kawin dengan nyamuk betina lingkungan, telurnya tidak akan menjadi wolbachia.

"Namun masa hidupnya sama akan berkurang 50 persen yang akan diwariskan pada genetiknya. Yang perlu diteliti kembali adalah ekosistem nyamuk tentu akan berpengaruh karena nyamuk merupakan rantai makanan," ucapnya.

Meskipun nyamuk wolbachia sudah tidak bisa menularkan DBD pada manusia, namun Yura menyebutkan bukan berarti merasa santai tidak ada lagi DBD.

Diungkapkannya pula bahwa, ini bukan jadi upaya utama untuk cegah DBD, kita harus tetap perhatikan kondisi lingkungan kita.

Ya, sebaiknya kita harus ingat nyamuk hidupnya dimana, karena mereka bisa berkembang di tempat bersih.

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Pro Kontra Nyamuk Wolbachia, Bukan Membunuh Virus Tetapi Memperpendek Usia Nyamuk Saja, https://bangka.tribunnews.com/2023/11/24/pro-kontra-nyamuk-wolbachia-bukan-membunuh-virus-tetapi-memperpendek-usia-nyamuk-saja.

SumberBangkapos.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm