Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) resmi menetapkan kuota jenis bahan bakar khusus penugasan (JBKP), Pertalite pada 2024 sebesar 31,7 juta kilo liter (KL)
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) resmi menetapkan kuota jenis bahan bakar khusus penugasan (JBKP), Pertalite pada 2024 sebesar 31,7 juta kilo liter (KL) ( SHUTTERSTOCK/PEACE-LOVING)

BPH Migas Beberkan Alasan Kuota Pertalite 2024 Lebih Rendah dari Tahun Lalu

9 Januari 2024 10:28 WIB

SonoraBangka.ID - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) resmi menetapkan kuota jenis bahan bakar khusus penugasan (JBKP), Pertalite pada 2024 sebesar 31,7 juta kilo liter (KL).

Penetapan kuota Pertalite tahun ini lebih rendah dibandingkan 2023 lalu yang sebesar 32,56 juta KL.

“Kami melihat realisasi konsumsi Pertalite di 2023 tidak mencapai kuota yang ditetapkan yakni hanya sekitar 30 juta KL atau 92,24 persen dari kuota. Kami juga menghitung tren pertumbuhan penyalurannya sehingga ditetapkanlah kuota tahun ini,” ujar Kepala BPH Migas, Erika Retnowati dalam konferensi pers, Senin (8/1/2024).

Lebih lanjut, Erika menjelaskan, realisasi penyaluran Pertalite yang tidak mencapai kuotanya karena pengendalian BBM yang sudah lebih baik.

Di sisi lain, masyarakat juga mulai memilih gunakan transportasi umum dibandingkan kendaraan pribadi.

“Ini yang menyebabkan realisasi Pertalite tumbuh tetapi tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya,” ujar dia.

Dia mengatakan hingga saat ini penyaluran Pertalite belum akan dibatasi layaknya Solar Subsidi yang sudah menggunakan barcode. Pasalnya Peraturan Presiden (Perpres) 191 Tahun 2014 baru mengatur konsumen pengguna Solar.

Pihaknya sudah mengusulkan revisi Perpres 191 sehingga BPH Migas menunggu terbitnya revisi aturan tersebut.

“Baru kemudian kami bisa melakukan pengaturan untuk pembatasan Pertalite,” tandasnya.

Di sisi lain, penyaluran Solar subsidi di sepanjang 2023 justru melebih kuota yang ditetapkan. Erika memaparkan penyaluran solar subsidi mencapai 103 persen dari kuota atau sebesar 17,5 juta KL.

Sedangkan di 2024, kuota untuk Solar subsidi akan naik 2 juta KL atau menjadi 19 juta KL untuk mengantisipasi naiknya aktivitas ekonomi dan pemilu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BPH Migas Beberkan Alasan Kuota Pertalite 2024 Lebih Rendah dari Tahun Lalu ", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2024/01/08/210249626/bph-migas-beberkan-alasan-kuota-pertalite-2024-lebih-rendah-dari-tahun-lalu.

SumberKOMPAS.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.