Ilustrasi harga BBM Pertamina. Pertamina masih meninjau kemungkinan kenaikan harga BBM setelah Pemilu 2024 atau mulai Maret 2024.(Dok. Pertamina)
Ilustrasi harga BBM Pertamina. Pertamina masih meninjau kemungkinan kenaikan harga BBM setelah Pemilu 2024 atau mulai Maret 2024.(Dok. Pertamina) ( KOMPAS.COM)

Lebih Bahaya Mana, Mencampur atau Sering Gonta-ganti Jenis BBM?

17 Maret 2024 19:14 WIB

SONORABANGKA.ID - Adalah Mobil keluaran terbaru didesain untuk tidak mengkonsumsi BBM kualitas rendah. Salah satu standar yang ditetapkan mengacu pada nilai oktan.

Sayangnya, harga BBM non-subsidi terpaut cukup jauh sehingga banyak masyarakat masih mengandalkan Pertalite untuk mengisi tangki BBM mobil kesayangannya.

Sesekali mereka mengisi Pertalite dan menyelinginya dengan Pertamax. Bahkan ada juga mencampur Pertalite dengan Pertamax Turbo. Lantas, mana yang lebih minim risiko?

Dosen Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto mengatakan, dampak sering gonta-ganti jenis bahan bakar ini tidak separah dengan melakukan pencampuran.

“Perlu diketahui, beberapa jenis bahan bakar ada yang mengandung zat aditif dan tidak, misal Pertamax Turbo (RON 98) ada aditif dengan fungsi deterjen, anti oksidan, antikorosi, dispersan, demulsifier, sementara Pertalite tidak,” ucap Tri kepada Kompas.com, belum lama ini.

Tri mengatakan, selain memperhatikan nilai oktan, kualitas bahan bakar juga bisa dibedakan dari zat aditifnya. Zat aditif tersebut memiliki banyak fungsi, salah satunya yaitu menghindari terjadinya penumpukan karbon di bagian mesin. Itu yang membedakan bensin berkualitas tinggi dan rendah.

“Kalau bahan bakar dengan zat aditif dicampur dengan yang tidak ada, itu justru akan menimbulkan deposit lebih parah jika dibandingkan dengan bahan bakar tanpa zat aditif sama sekali, sedangkan kalau gonta-ganti jenis bahan bakar itu berbeda hal,” ucap Tri.

“Ketika kendaraan menggunakan Pertalite yang tidak ada zat aditifnya, maka deposit bisa terjadi sehingga karbon bisa menumpuk di komponen mesin. Hanya saja, tidak separah ketika bahan bakar dicampur, lalu ketika menggunakan Pertamax maka deposit akan terkikis,” ucap Tri.

Tri mengatakan, walau membutuhkan waktu yang lama dan tidak bisa menghilangkan kerak karbon secara menyeluruh, pemakaian bahan bakar berkualitas tinggi dapat mengikis deposit secara perlahan.

Jadi, dampak gonta-ganti jenis bahan bakar ini agak mendingan daripada mencampurnya. Ketika menggunakan bahan bakar kualitas rendah deposit akan terjadi, dan ketika menggunakan bahan bakar berkualitas tinggi akan mengikis deposit secara perlahan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lebih Bahaya Mana, Mencampur atau Gonta-ganti Jenis BBM?", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2024/03/17/152100415/lebih-bahaya-mana-mencampur-atau-gonta-ganti-jenis-bbm-.

SumberKOMPAS.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm