Agar tidak terlambat, mereka pun akhirnya terpaksa meninggalkan mobil mereka yang mogok untuk melanjutkan perjalanan.
Beruntung, Suryoto dan sang istri bertemu seorang supir truk yang bersedia memberi tumpangan untuk melanjutkan perjalanan.
Setibanya di depan rumah sakit, ternyata banjir masih cukup tinggi.
Beruntung petugas kepolisian membantu mengangkat lansia tersebut agar bisa segera masuk ke ruang perawatan.
Selama perjalanan menuju rumah sakit, sang istri bahkan harus digendong demi menerjang area banjir agar segera sampai dengan aman.
Namun tidak diketahui siapa yang mengendong lansia tersebut.
Suryoto menerangkan bahwa mobil yang mereka tumpangi tertahan di jembatan Tol Kaligawe.
"Mobilnya tertahan di jembatan Tol Kaligawe, anak saya yang menunggu di sana. Saya dan istri akhirnya naik truk supaya bisa segera sampai ke rumah sakit," ujar Suryoto, dikutip dari Kompas.com.
Suryoto juga mengku bahwa dirinya tidak tahu bahwa Jalan Pantura Kaligawe Semarang terendam banjir dan mengalami kemacetan parah.
Mobilnya yang mogok pun harus ditinggalkan, sedangkan mereka menumpang truk untuk bisa sampai di rumah sakit.
"Mobilnya saya di sana (jembatan Tol Kaligawe) enggak bisa ke sini. Anak saya yang di mobil (jaga). Akhirnya, naik truk biar bisa ke rumah sakit, soalnya mau operasi tumor," ucapnya.
Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Siapa Sosok yang Gendong Ibu-ibu Pengidap Tumor Lewati Banjir di Semarang, https://bangka.tribunnews.com/2025/02/08/siapa-sosok-yang-gendong-ibu-ibu-pengidap-tumor-lewati-banjir-di-semarang?page=all.