Sepasang guru SMAN 1 Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah bergandeng tangan saat menghadapi unjuk rasa siswa buntut kemelut Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Rabu (5/2/2025).
Sepasang guru SMAN 1 Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah bergandeng tangan saat menghadapi unjuk rasa siswa buntut kemelut Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Rabu (5/2/2025). ( KOMPAS.COM/Tangkapan Layar)

Viral Video Guru SMA Gandengan Tangan Saat Hadapi Demo Siswa, Ternyata karena Takut dan Gemetar

9 Februari 2025 06:57 WIB

SonoraBangka.id - SMAN 1 Bukateja Purbalingga Jawa Tengah menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan dua guru bergandengan tangan saat menghadapi demonstrasi siswa, beredar luas di media sosial.

Seorang guru perempuan dan guru laki-laki itu terlihat bergandengan tangan di depan para siswa yang berdemonstrasi menuntut penjelasan mengenai keterlambatan finalisasi penginputan Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

"Ayah dan anak atau suami dan istri. Saya melihatnya kurang elok. Berdiri bersisian tapi harus pegangan tangan seperti mau menyebrang saja," tulis salah satu warganet yang mengomentari unggahan video guru bergandengan tangan di Instagram @hsssupri.

Kepsek Tegaskan Guru Bergandengan Tangan Bukan Skandal

Menanggapi video viral tersebut, Kepala SMAN 1 Bukateja, Purwito, memberikan klarifikasi mengenai kejadian yang sebenarnya. Menurut Purwito, kejadian itu berlangsung pada Rabu (5/2/2025), saat 140 siswa berdemonstrasi menuntut penjelasan mengenai keterlambatan finalisasi penginputan PDSS.

Keterlambatan sekolah mengisi PDSS itu mengakibatkan para siswa gagal mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dalam rangka Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun 2025.

Dalam video yang beredar, guru Bimbingan Konseling (BK) berinisial LT tampak berusaha berkomunikasi dengan siswa yang sedang menyampaikan protes. Purwito menjelaskan bahwa LT merupakan guru BK yang terlibat dalam kepanitian SNPMB di sekolah.

"Ibu guru yang ada di video itu mengampu mapel Bimbingan Konseling (BK) sehingga terlibat banyak dalam kepanitian SNPMB di sekolah," kata Purwito saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (8/2/2025).

Salah satu tuntutan siswa dalam aksi tersebut adalah untuk bertemu dengan guru BK. Oleh karena itu, LT keluar menemui para siswa guna memberikan penjelasan. Namun, karena situasi yang cukup menegangkan dan dihadapi sendirian, LT didampingi oleh dua guru senior, yaitu Pak Dodo dan Ibu Sulis.

"Ibu guru BK itu masih sangat muda, statusnya masih guru bantu dan baru dua bulan bertugas di SMA Bukateja, jadi wajar kalau mentalnya belum tangguh menghadapi kondisi semacam itu," ungkap Purwito.

Menurutnya, LT mengalami kepanikan ketika berhadapan dengan ratusan siswa yang marah. "Saking takutnya menghadapi siswa, tubuh LT sampai gemetar dan keluar keringat dingin," ujar Purwito. Dalam situasi tersebut, Pak Dodo berinisiatif untuk memberikan perlindungan dan dukungan kepada LT agar ia merasa lebih aman dan tenang.

Purwito menegaskan bahwa tindakan bergandengan tangan tersebut bukanlah sesuatu yang bersifat negatif sebagaimana yang dituduhkan oleh sebagian warganet. Lebih lanjut, ia memastikan bahwa tidak ditemukan adanya pelanggaran disiplin maupun etik dalam peristiwa ini, sehingga tidak ada sanksi yang dijatuhkan kepada guru-guru yang terlibat.

"Sekarang kami sedang fokus pada proses SNPMB, alhamdulillah finalisasi penginputan PPDS sudah selesai dan 140 siswa SMAN 1 Bukateja akhirnya bisa ikut SNBP," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Viral Video Guru SMA Gandengan Tangan Saat Hadapi Demo Siswa, Ternyata karena Takut dan Gemetar", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/jawa-tengah/read/2025/02/08/233043488/viral-video-guru-sma-gandengan-tangan-saat-hadapi-demo-siswa?page=all#page2.


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm