Kantor Perwakilan BI Kep. Bangka Belitung
Kantor Perwakilan BI Kep. Bangka Belitung ( Ist/ Humas BI Babel)

Pengendalian Inflasi oleh TPID di Babel Melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP)

18 Februari 2025 17:10 WIB

Selanjutnya, ketersediaan stok juga dapat dipenuhi dari sisi kelancaran distribusi, apabila terjadi gangguan terhadap distribusi barang ke suatu daerah tertentu juga akan berdampak terhadap kenaikan harga.

Pengendalian Inflasi oleh TPID melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP)
Inflasi perlu dijaga pada rentang yang rendah dan stabil dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sebagaimana penjelasan di atas bahwa pembentuk inflasi tidak hanya bersumber dari satu kelompok saja. Ada inflasi inti yang cenderung stabil dan inflasi komponen harga yang diatur oleh Pemerintah seperti harga BBM, tarif listrik, tarif angkutan dan sejenisnya yang berada diluar dari kewenangan TPID.

Oleh karena itu, agar tidak memberikan tekanan yang lebih dalam terhadap inflasi, maka bahan pangan yang merupakan kelompok komponen bergejolak perlu dikendalikan oleh TPID. Adapun upaya tersebut dilakukan melalui strategi 4K yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Pertama, Keterjangkauan Harga, TPID melalui program GNPIP berupaya agar harga bahan pangan yang dijual dipasar berada dalam kisaran harga yang dapat dijangkau oleh masyarakat.

Hal ini dilakukan untuk menjaga tingkat konsumsi masyarakat yang dapat berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang masih bertumpu pada konsumsi rumah tangga.

Upaya menjaga keterjangkauan harga tersebut dilakukan dengan melakukan kegiatan inspeksi mendadak yang dipimpin langsung oleh Kepala Daerah, melakukan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), melakukan kegiatan Operasi Pasar Murah (OPM), Pasar Tani dan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Kedua, Ketersediaan Pasokan, TPID turut mendorong peningkatan produktivitas pangan khususnya yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi, termasuk penguatan terhadap kapasitas dan kelembagaan petani dan hilirisasi pangan.

Selanjutnya, KAD, OPM, GPM dan Pasar Tani juga turut memberikan andil terhadap ketersediaan pasokan. Ketiga, Kelancaran Distribusi, juga turut memberikan andil terhadap inflasi dalam hal terjadinya gangguan terhadap distribusi barang.

Oleh karena itu, TPID sangat concern terhadap kelancaran distribusi termasuk memfasilitasi distribusi ongkos angkut barang khususnya pada saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) agar barang yang dijual tidak mengalami kenaikan harga.

Keempat, Komunikasi Efektif, hal ini juga menjadi kunci keberhasilan pengendalian inflasi melalui pengelolaan ekspektasi masyarakat agar tidak panic buying.

Sejalan dengan hal tersebut, TPID secara rutin mengkomunikasikan ketersediaan barang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga tidak perlu membeli barang dalam jumlah yang banyak yang tidak sesuai dengan kebutuhan.

Di sisi lain, penguatan sinergi dengan TPIP maupun antar TPID juga terus dilakukan untuk membangun komunikasi efektif.

Sejalan dengan hal tersebut, TPID di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan terus berupaya menjaga inflasi pada rentang yang rendah dan stabil sesuai dengan target nasional yakni pada kisaran 2,5±1%, menjaga inflasi harga bergejolak (volatile food) dalam kisaran 3,0-5,0% dan memperkuat program pengendalian inflasi daerah dengan menetapkan Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2025-2027 dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (Seksi Kehumasan KPwBI Babel)

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm