Kesenjangan global tersebut termasuk perbedaan jaminan kesehatan, kualitas pendidikan, kesempatan lapangan kerja, hingga kebebasan anak muda untuk berekspresi.
Respon Pemerintah
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meyakini, tren Kabur Aja Dulu muncul bukan karena masyarakat benar-benar ingin kabur dari Indonesia, tetapi ingin mengambil kesempatan bekerja di luar negeri.
Yassierli mengaku tak masalah apabila WNI ingin bekerja di luar negeri lalu kembali ke Indonesia demi membangun negeri.
Yassierli menyadari bahwa tren tersebut merupakan tantangan bagi pemerintah, yang perlu menciptakan lapangan kerja yang baik bagi warganya sendiri.
Sementara Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer justru mempersilakan WNI yang ingin berkarier di luar negeri untuk tidak perlu kembali ke Indonesia.
Dia tidak mau berkomentar lebih jauh mengenai tren tersebut dan hanya menekankan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan tidak memedulikan tagar atau seruan itu.
Di sisi lain, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, menyatakan bahwa tren ini merupakan hal yang positif, asalkan mereka terlebih dahulu meningkatkan keterampilan dan kemampuannya.
Istana Ingatkan Masyarakat Persiapkan Hal Ini
Kepala Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menanggapi tagar "kabur aja dulu" yang ramai dibicarakan di media sosial.
Menurut Hasan pemerintah tidak melarang masyarakat untuk merantau.
Hasan justru menilai merantau adalah tindakan yang baik, namun masyarakat pun harus membekali diri dengan kemampuan.
“Tapi kalau mau merantau ke luar negeri ingat, harus punya skill. Karena kalau enggak punya skill nanti enggak bisa punya pekerjaan baik di luar negeri. Yang kedua harus taat prosedur. Supaya enggak jadi pendatang haram. Kalau orang mau merantau enggak boleh dilarang,” jelasnya.
Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Awal Mula Viral Tagar Kabur Aja Dulu hingga Reaksi Pemerintah: Ingat Harus Punya Skill, https://bangka.tribunnews.com/2025/02/19/awal-mula-viral-tagar-kabur-aja-dulu-hingga-reaksi-pemerintah-ingat-harus-punya-skill?page=all.
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra