SonoraBangka.id - Di bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1446 Hijriah ini, Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menegaskan komitmennya dalam mendukung pengendalian inflasi daerah.
Kepala Perwakilan BI Babel, Rommy S. Tamawiwy menekankan pentingnya sinergi antara TPID provinsi dan kabupaten dan kota guna memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok.
"Menjelang Ramadan dan Idulfitri, permintaan masyarakat terhadap bahan pangan meningkat. Oleh karena itu, koordinasi yang solid menjadi kunci dalam menjaga pasokan dan distribusi agar harga tetap stabil," ujar Rommy kepada awak media, Sabtu(1/3/2025).
Sebagai langkah konkret, BI terus mendorong strategi pengendalian inflasi berbasis empat pilar, yakni menjaga keterjangkauan harga, memastikan ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, serta meningkatkan komunikasi yang efektif.
Dalam upaya menjaga stabilitas harga, BI Babel turut mendukung program ketahanan pangan, optimalisasi kebijakan moneter, serta digitalisasi sistem pembayaran.
Digitalisasi diharapkan dapat mempercepat akses dan distribusi komoditas strategis, sehingga mampu mengurangi tekanan inflasi akibat kelangkaan pasokan.
"Kami juga terus mendorong pemanfaatan transaksi digital guna mendukung kelancaran arus pembayaran, terutama selama periode Ramadan dan Idulfitri," tambah Rommy.
BI Babel menargetkan inflasi daerah tetap berada dalam kisaran 2,5±1 persen, sejalan dengan target nasional.
BI optimistis inflasi dapat tetap terkendali dan perekonomian daerah semakin kuat, dengan koordinasi yang erat bersama TPID dan pemangku kepentingan lainnya.
Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul BI Babel Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi Selama Ramadan dan Idulfitri 1446 H, https://bangka.tribunnews.com/2025/03/01/bi-babel-perkuat-strategi-pengendalian-inflasi-selama-ramadan-dan-idulfitri-1446-h.