Find Us On Social Media :
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis calon vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III calon vaksin Covid-19 produksi Sinovac kepada 1.620 relawan. (ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA)

Walau Sudah Divaksin Tetap Patuhi Protokol Kesehatan, Apa Alasannya ?

Riska Tri Handayani Jumat, 15 Januari 2021 | 07:29 WIB

SonoraBangka.id - Saat ini sudah dimulai program vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Beberapa figur, termasuk Presiden Joko Widodo dan petinggi lembaga serta aktor Raffi Ahmad sebagai perwakilan milenial, telah mendapatkan suntikan vaksin pertama tersebut.

Namun sayang, sebagian masyarakat menganggap situasi akan menjadi lebih aman karena kehadiran vaksinasi, termasuk menganggap protokol kesehatan dapat perlahan dilonggarkan.

Lalu, muncul pertanyaan, apakah kumpul-kumpul setelah divaksin diperbolehkan? Para pakar melalui The New York Times, misalnya, mengingatkan bahwa ketika sebagian orang divaksin dan banyak orang lainnya belum mendapatkan vaksinasi, keadaan belum banyak berubah.

Artinya, kita tentu tidak dianjurkan untuk kumpul-kumpul meski sudah divaksin atau pun melonggarkan protokol kesehatan lainnya, seperti memakai masker dan mencuci tangan.

Hal itu penting untuk kesehatan dirinya sendiri dan orang lain. Para ilmuwan kini masih meneliti apakah orang yang sudah divaksinasi masih dapat menyebarkan virus kepada orang lain atau tidak.

Meski data awalnya menjanjikan, namun vaksin juga tidak bisa sepenuhnya mencegah penularan. Jika Anda masih bertanya-tanya mengapa seseorang yang divaksinasi tidak diperbolehkan kumpul-kumpul, berikut penjelasannya:

1. Vaksin tidak memberikan kekebalan instan

Menurut ABCNews, vaksinasi tidak memberikan kekebalan instan.