Kane Tanaka, wanita asal Jepang memperpanjang rekornya sebagai orang tertua di dunia. Di awal tahun 2020, usianya 117 tahun
Kane Tanaka, wanita asal Jepang memperpanjang rekornya sebagai orang tertua di dunia. Di awal tahun 2020, usianya 117 tahun ( IST/NextShark )

Inilah sosok Orang Tertua Di Jepang. Apa Resep Panjang Umurnya ?

5 Agustus 2020 15:23 WIB

 

SonoraBangka.id - Tanggal 2 Januari 2020, Kane Tanaka merayakan ulang tahunnya yang ke-117 di panti werdha di Fukuoka, selatan Jepang.
Tanaka adalah perempuan asal Jepang yang memperpanjang rekor sebagai orang tertua di dunia.

Momen spesial tersebut dirayakan Tanaka bersama staf dan teman-temannya di panti werdha, seperti yang ditayangkan oleh siaran lokal TVQ Kyushu Broadcasting Co.

Tanaka tampak menikmati gigitan dari potongan kue ulang tahunnya. "Enak," katanya sambil tersenyum. "Aku mau lagi."

Pada 9 Maret 2019 Guinness World Records juga pernah menetapkan Tanaka sebagai orang tertua di dunia dengan usia 116 tahun 66 hari.

Ia menikah dengan Hideo Tanaka pada 1922.

Mereka memiliki empat anak, namun kemudian mengadopsi satu anak lagi.
Tanaka adalah anak ketujuh dari delapan bersaudara yang lahir prematur pada 1903.

Seperti dikutip dari laman resmi Guinness World Records, Tanaka biasa bangun pada pukul 06.00 dan menikmati pelajaran matematika.
Othello adalah Salah satu permainan yang disukainya dulu.

Ia sering mengalahkan staf di panti werdha dan sangat piawai di bidang permainan papan.

Sebuah Laman The National, Maret 2019 lalu pernah menulis tentang Jepang sebagai negara dengan rasio harapan hidup tertinggi di dunia.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, rasionya mencapai rata-rata 84.2 tahun.

Sebelumnya, ada Masazo Nonaka, warga Jepang yang tinggal di Hokkaido yang memegang rekor manusia tertua, namun ia meninggal pada usia 113 tahun.

Jadi ini bukanlah kali pertama Jepang memiliki warga dengan rekor manusia tertua.

Nah usia diatas rata-rata ini lebih disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah praktik makan khas Jepang, hara hachi bu, yang dalam Bahasa Jepang artinya "makan sampai kamu kenyang 80 persen" atau hampir kenyang.

Selain itu, makanan fermentasi, akar-akaran, sayuran hijau, dan ikan adalah makanan keseharian mereka yang biasa dijalani.

Sumber makanan yang mereka konsumsi kaya akan lemak omega-3 yang dikenal mampu melindungi dari penyakit jantung, pembunuh nomor satu di dunia barat.

Makan bersama sudah menjadi rutinitas dan hal itu berkaitan dengan penurunan risiko stres.

Maka dari itu Budaya komunitas di Jepang sangatlah kuat.

Menurut data Kementerian Kesejahteraan Jepang, jumlah bayi yang lahir di Jepang turun sekitar 5,9 persen tahun lalu menjadi kurang dari 900.000 untuk pertama kalinya sejak pemerintah mulai mengumpulkan data pada tahun 1899.

Rekor usia Tanaka adalah simbol dari populasi yang cepat menua di Jepang, yang ditambah dengan penurunan angka kelahiran.

Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran tentang kurangnya tenaga kerja dan prospek pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Nah, Aktivitas harian orang-orang Jepang juga tinggi, dengan para orang tua tetap mengambil peran kunci dalam acara-acara komunitas dan budaya yang mengakar di seluruh negeri adalah bagaimana mereka menghormati orang tua.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Resep Panjang Umur dari Orang Tertua di Dunia", Klik untuk baca: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/01/09/071651620/resep-panjang-umur-dari-orang-tertua-di-dunia?page=2.

SumberKOMPAS.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm