Jangan sepelekan radang sendi! Sebab ini bisa sebabkan kecacatan.
Jangan sepelekan radang sendi! Sebab ini bisa sebabkan kecacatan. ( GridHEALTH.id)

Hati-hati, Ternyata Radang Sendi Dini Bisa Dipicu Dari Obesitas

22 September 2020 11:24 WIB

SonoraBangka.id - Osteoarthritis (OA) atau radang sendi adalah penyakit sendi yang umum terjadi.

Walaupun radang sendi ini mungkin menjadi salah satu penyakit yang disepelekan oleh banyak orang, namun Data Riset Kesehatan Dasar 2018 mencatat, prevalensi penyakit sendi di Indonesia mencapai 7,3 persen.

Salah satu penyebabnya adalah obesitas.

Sebab, sendi yang paling sering mengalami OA adalah pada bagian lutut.

Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dr. Deasy Erika, Sp. KFR menguraikan penjelasannya, bahwa pada saat kita berdiri, lutut menanggung beban 6-7 kali berat badan.

Sehingga jika berat badan kita mencapai 100 kilogram, lutut harus menahan beban sekitar 600-700 kilogram.

Karena itulah mengapa obesitas menjadi salah satu penyebab terjadinya OA pada usia dini.

Hal tersebut dikatakan Deasy dalam peluncuran kampanye terbaru Jointfit di Pacific Place, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Beberapa aktivitas di antaranya banyak bermain games yang menyebabkan terlalu banyak duduk, bekerja seharian di kursi, konsumsi makanan cepat saji berlebih, hingga jarang berolahraga.

Aktivitas-aktivitas tersebut tidak hanya memicu OA pada lutut, tapi juga area lainnya seperti pinggang, bahu, dan leher.

Gaya hidup masyarakat saat ini memang menyebabkan sebagian orang di usia muda sudah menderita obesitas.

Seperti yang dikatakan Deasy, bahwa semua tergantung posisi kita saat melakukan aktivitas kerja.

Seperti duduk bungkuk di depan komputer juga bisa kena OA pinggang atau leher.

OA harus dicegah sedini mungkin, agar tidak terjadi kecacatan.

Sebab, jika hal itu sampai terjadi, yang terdampak tidak hanya fisik melainkan juga kehidupan sosial dan ekonomi seseorang.

OA memiliki tingkatan dan bisa terjadi bertahap.

Fase OA akut bisa berlangsung selama dua minggu, fase sub-akut bisa berlangsung mulai dua minggu hingga tiga bulan, dan lebih dari tiga bulan masuk fase kronik.

Kembali Deasy mengatakan, bahwa keadaan akut harus segera diatasi agar tidak masuk kondisi kronik.

Karena, kalau sudah fase kronik, bisa sampai depresi karena merasa hidup tidak lagi berguna.

Cegah OA dari sekarang

Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Menjaga berat badan tetap ideal adalah salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

Deasy menyebutkan, salah satu penelitian di Amerika Serikat menemukan, Indeks Massa Tubuh (BMI) seseorang pada usia 20-29 tahun bisa menjadi faktor prediksi kesehatan seseorang di masa depan.

"Kalau BMI ada di obesitas grade I, hati-hati bahwa di usia 30 tahun sudah mengalami OA," ucap Deasy.

Mengingat OA sering menyerang lutut, disarankan melakukan olahraga untuk menguatkan otot kaki.

Hal terpenting adalah, upayakan untuk terus bergerak agar bisa mempertahankan berat badan ideal.

Untuk orang-orang yang banyak menghabiskan waktu bekerja di balik meja, usahakan melakukan peregangan setiap dua jam sekali.

Seperti sepeda statis atau latihan menggunakan leg press.

Lalu, mereka pun disarakan untuk berjalan-jalan selama 10 menit agar bisa menggerakkan tubuh.

Kamu juga bisa melakukan latihan quadriceps dalam posisi duduk.

Caranya, dalam posisi duduk, luruskan kaki 90 derajat dengan telapak kaki lurus terhadap betis.

Lalu, tekan lutut ke bawah. "Itu latihan untuk penguatan quadriceps. tiga set dengan 10 repetisi," kata Deasy.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Waspada, Obesitas Bisa Picu Radang Sendi Dini ", Klik untuk baca: https://lifestyle.kompas.com/read/2019/08/02/133308820/waspada-obesitas-bisa-picu-radang-sendi-dini?page=2.

 

SumberKOMPAS.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm