Ilustrasi pancuran di kamar mandi
Ilustrasi pancuran di kamar mandi ( IST)

Mengapa Kita Tidak Dianjurkan Mandi Terlalu Lama ? Ini Alasannya

23 Oktober 2020 11:11 WIB

SonoraBangka.id - Salah satu aktivitas penting yang dilakukan untuk membersihkan tubuh secara keseluruhan adalah mandi.

Tidak sedikit orang yang senang menghabiskan waktu cukup lama untuk mandi, terutama jika mandi menggunakan pancuran.

Namun, mandi terlalu lama ternyata tidak dianjurkan, walaupun mandi adalah aktivitas yang penting untuk kita.

Nah, Apa sebabnya? Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat(CDC), mandi rata-rata berlangsung selama delapan menit.

Sementara itu, Dr. Edidiong Kaminska, MD, Dewan Dokter Kulit Bersertifikasi, berpendapat bahwa waktu mandi maksimal yang disarankan adalah sekitar lima hingga 10 menit.

Durasi ini dianggap cukup untuk membersihkan dan melembapkan kulit tanpa berlebihan.

Dilansir Healthline, ia mengungkapkan bahwa, kulit membutuhkan air, sama seperti tubuh kita, tetapi jika melakukannya secara berlebihan atau kurang, hal itu mungkin memiliki konsekuensi.

Meskipun mandi air hangat rasanya seperti cara yang tepat untuk memanjakan tubuh, mandi berlebihan juga tidak disarankan karena berpotensi membuat kulit dehidrasi.

“Tujuan mandi adalah untuk melembapkan dan membersihkan kulit, tetapi mandi air hangat atau panas untuk waktu yang lama dapat menghilangkan minyak alami kulit, membuka pori-pori kita dan memungkinkan kelembapan keluar,” kata Kaminska.

Sementara itu, untuk menjaga kelembapan, dia biasa menganjurkan untuk mengoleskan pelembap ke kulit segera setelah mandi karena memungkinkan air tetap terkunci di kulit dan tidak keluar.

Meski mandi terlalu lama tidak disarankan, mandi terlalu sebentar juga tidak dianjurkan karena tubuh mungkin belum cukup bersih.

Kaminska menjelaskan, kita memiliki bakteri dan organisme normal yang hidup di kulit dan ini melindungi kulit dari cedera atau kerusakan.

Jika keseimbangannya condong ke pertumbuhan berlebih dari flora normal atau sehat, kondisi ini dapat meningkatkan risiko infeksi kulit.

"Belum lagi risiko bau badan jika terus-menerus mandi terlalu sebentar," kata dia.

Air panas, hangat atau dingin

Ketiganya memiliki manfaat. Namun, jika kamu tidak yakin temperatur mana yang paling cocok untukmu, mandilah dengan air hangat atau suam-suam kuku.

Menurut Akademi Dermatologi Amerika, daripada menggunakan air panas, air hangat juga lebih baik untuk kondisi kulit seperti psoriasis dan eksim.

Denngan mandi air dingin, kita bisa mendapatkan beberapa manfaat, seperti mengurangi nyeri otot, menenangkan kulit yang teriritasi atau gatal, dan membantu kita bangun di pagi hari.

Sementara itu, dengan mandi air panas juga memiliki manfaat, yakni membantu mengatasi gejala pilek atau batuk dengan melonggarkan dahak dan membuka saluran pernapasan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jangan Mandi Terlalu Lama, Apa Alasannya?", Klik untuk baca: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/10/23/091500220/jangan-mandi-terlalu-lama-apa-alasannya-?page=2.


SumberKOMPAS.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm