Genangan air di Jalan Raya Gading Kirana imbas meluapnya Kali Bukit Gading Raya, Selasa (5/3/2019) pagi. (KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D)
Genangan air di Jalan Raya Gading Kirana imbas meluapnya Kali Bukit Gading Raya, Selasa (5/3/2019) pagi. (KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D) ( kompas.com)

Rem Jadi Kurang Pakem Setelah Libas Banjir, Normalkah?

14 Januari 2021 21:17 WIB

SONORABANGKA.ID - Belakangan ini, cuaca hujan sering terjadi di wilayah Indonesia. Dampaknya, menjadi banyak genangan air di ruas jalan, bahkan merendam setengah ban kendaraan.

Setelah menerabas banjir itu, efek yang sering dirasakan oleh pengguna mobil, adalah daya cengkram rem jadi berkurang alias kurang pakem.

Bila mengalami hal seperti itu, sebaiknya pengemudi jangan panik. Menurut Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso, Jakarta Utara, Suparman, proses tersebut alami karena kampas rem menjadi basah lantaran terkena air.

“Lama kelamaan juga akan kembali normal lagi. Coba saja lakukan pengereman sedikit demi sedikit,” ujar Suparman kepada Kompas.com belum lama ini.

Menurut Suparman, melakukan pengereman sambil mobil melaju itu untuk membuang lapisan air yang ada pada cakram dan tromol.

Suparman melanjutkan, mengembalikan daya cengkeram rem setelah melewati banjir tidak perlu lama-lama. Pengemudi hanya cukup menginjak pedal rem dan gas secara bersamaan dengan kecepatan rendah kurang lebih 10-15 meter.

“Jika daya cengkram rem dirasa sudah baik, maka pengendara boleh melanjutkan perjalananya dengan kecepatan normal,” kata Suparman.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rem Jadi Kurang Pakem Usai Libas Banjir, Apakah Normal?", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2021/01/14/100200815/rem-jadi-kurang-pakem-usai-libas-banjir-apakah-normal-.

KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm