( Ist)

Pertumbuhan Ekonomi Babel Menunjukkan Tren Peningkatan

11 Februari 2021 12:08 WIB

SonoraBangka.id - Pemulihan ekonomi Bangka Belitung terus berlanjut hingga triwulan IV 2020. BPS mencatatkan pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung mengalami kontraksi sebesar 1,04% (yoy), menunjukkan arah yang membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar 4,37% (yoy).

Hal ini sejalan dengan mulai meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha seiring dengan mulai terbiasanya masyarakat dengan implementasi protokol COVID-19 sebagai bagian dari tatanan kehidupan baru. Pemulihan pertumbuhan ekonomi global yang ditopang oleh pertumbuhan perekonomian Tiongkok dan Amerika Serikat turut mendorong peningkatan volume perdagangan global dan harga komoditas strategis Bangka Belitung.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Babel Tantan Heroika mengatakan Perbaikan ekonomi Bangka Belitung pada triwulan ini didorong oleh membaiknya kinerja konsumsi rumah tangga meskipun masih terkontraksi sebesar 1,85% (yoy), setelah pada triwulan sebelumnya terkontraksi lebih dalam sebesar 2,17% (yoy).

Hal ini didorong oleh stimulus fiskal pemerintah berupa realisasi penyaluran bantuan sosial sebagai bagian program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), perbaikan kegiatan dunia usaha, dan adanya perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru. Kegiatan investasi masih terkontraksi sebesar 6,53% (yoy), namun lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 8,20% (yoy). Realisasi proyek strategis pemerintah dan masih berlangsungnya investasi bangunan oleh swasta sebagai bentuk optimisme pemulihan ekonomi menjadi faktor pendorong kinerja investasi.

Sementara itu, ekspor luar negeri tercatat tumbuh melambat sebesar 1,49% (yoy), dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 11,24% (yoy). Pelaku usaha smelter masih menjaga jumlah stok logam timah di pasar global untuk mendorong peningkatan harga komoditas. Hal ini tercermin dari peningkatan harga logam timah pada Februari 2021 sebesar 23.123 USD/MTon atau tumbuh 17,63% (ytd). Konsumsi pemerintah juga tercatat terkontraksi sebesar 3,43% (yoy), lebih dalam dibandingkan kontraksi triwulan sebelumnya sebesar 1,71% (yoy). Hal ini sejalan dengan realokasi anggaran Pemerintah Daerah untuk penanganan Covid-19. Namun jika dibandingkan dengan nilai belanja Pemerintah Daerah triwulan sebelumnya (qtq), konsumsi pemerintah mengalami peningkatan dan mencerminkan optimalisasi upaya pemerintah untuk memberikan stimulus pemulihan ekonomi Bangka Belitung.

Dari sisi stabilitas sistem keuangan, pandemi yang terus berlanjut masih menahan laju konsumsi masyarakat yang tercermin dari meningkatnya pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan dari perorangan serta melambatnya pertumbuhan kredit konsumsi. DPK perorangan meningkat dari 5,95% (yoy) di triwulan III 2020 menjadi 6.99% (yoy) di triwulan IV 2020. Sementara itu, kredit konsumsi di Bangka Belitung tercatat melambat dari 4,37% (yoy) pada triwulan III menjadi 0,41% (yoy) pada triwulan IV 2020. Hal ini dipengaruhi oleh adanya penurunan kredit kepemilikan kendaraan hingga 26,25% (yoy).

Di sisi lapangan usaha, seluruh sektor unggulan Bangka Belitung mengalami perbaikan. Sektor pertanian tercatat tumbuh positif dan menguat secara year on year didorong oleh membaiknya kinerja perkebunan kelapa sawit, karet dan lada akibat kenaikan harga komoditas perkebunan global. Harga rata-rata CPO global pada triwulan IV 2020 mencapai USD821,73/MTon, meningkat 36,97% (yoy) setelah pada triwulan sebelumnya juga mengalami peningkatan 36,15% (yoy). Sektor pertambangan, industri pengolahan, dan perdagangan juga tercatat membaik secara year on year meskipun masih mengalami kontraksi. Membaiknya sektor pertambangan didorong oleh perbaikan harga timah global sehingga meningkatkan keyakinan pelaku usaha pertambangan dan penambahan jumlah smelter yang memenuhi persyaratan ijin ekspor logam timah. Perbaikan kinerja sektor pertanian dan pertambangan selanjutnya memberikan dampak peningkatan kinerja sektor industri pengolahan untuk memproduksi logam dasar (timah) serta CPO seiring peningkatan volume perdagangan global. Selanjutnya, sektor perdagangan juga tercatat mengalami perbaikan didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat di masa new normal dan mulai dibukanya tempat wisata dan hiburan.

Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung pada tahun 2020 terkontraksi sebesar 2,30% (yoy). Hasil survei konsumen Bank Indonesia pada triwulan IV 2020 juga menunjukkan keyakinan konsumen terhadap kondisi perekonomian kedepan (Indeks Ekspektasi Konsumen) tetap berada dilevel optimis sebesar 113,61. Untuk itu, pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung diprakirakan meningkat secara bertahap pada 2021. Program vaksin yang telah dimulai sejak Januari 2021 dan disiplin yang tetap diikuti dengan protokol COVID 19 diharapkan dapat mendukung proses pemulihan ekonomi.

Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan instansi/lembaga terkait agar berbagai kebijakan yang ditempuh semakin efektif mendorong pemulihan ekonomi. Bank Indonesia bersama pemerintah daerah juga akan mendorong percepatan digitalisasi ekonomi melalui perluasan pemanfaatan sistem pembayaran non tunai (penggunaan QR Code Indonesia Standard - QRIS), pengembangan UMKM go digital, dan intensifikasi digitalisasi produk dan layanan publik. Bank Indonesia bersama dengan Otoritas Jasa Perbankan (OJK) dan perbankan juga terus mendorong peningkatan fungsi intermediasi perbankan untuk perluasan akses kredit khususnya bagi UMKM melalui pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pemulihan ekonomi pada tahun 2021.

SumberRilis Bank Indonesia
PenulisEdwin
EditorEdwin
KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm