Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua ini, modul inti stasiun luar angkasa Tiongkok, Tianhe, pada roket Long March-5B Y2 dipindahkan ke area peluncuran Situs Peluncuran Pesawat Luar Angkasa Wenchang di Provinsi Hainan China selatan pada (23/4/2021)
Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua ini, modul inti stasiun luar angkasa Tiongkok, Tianhe, pada roket Long March-5B Y2 dipindahkan ke area peluncuran Situs Peluncuran Pesawat Luar Angkasa Wenchang di Provinsi Hainan China selatan pada (23/4/2021) ( (AP PHOTO/GUO WENBIN))

AS Berharap Roket China yang Jatuh ke Bumi Tidak Melukai Orang

9 Mei 2021 07:47 WIB

SONORABANGKA.ID - Kini AS menyuarakan harapan agar roket China yang jatuh tak terkendali ke Bumi tidak akan melukai orang. Long March 5B diluncurkan dari Stasiun Luar Angkasa Wenchang pada 29 April sambil membawa Tianhe, modul pertama dari calon stasiun luar angkasa mereka.

Diperlukan 11 misi untuk menyelesaikan pembangunan stasiun, yang rencananya akan diisi oleh tiga awak itu.


Namun pekan ini, bodi roket itu mengitari Bumi dan bersiap untuk masuk ke atmosfer bawah secara tak terkendali. Pakar mengatakan, roket China tersebut tidak bisa diketahui lokasi jatuhnya hingga beberapa jam jelang mendarat.

AS pada Kamis (6/5/2021) lalu menyampaikan, mereka sudah melacak Long March 5B dari Pangkalan Udara Vandenberg, California. Menurut keterangan Pentagon, meski sudah melakukan pelacakan, mereka tidak berniat menghancurkannya dari udara.

"Kami hanya berharap benda itu mendarat di tempat yang tidak sampai melukai orang," kata Menteri Pertahanan Lloyd Austin. Dilansir Sky News Sabtu (8/5/2021), Austin berujar dia berdoa supaya benda itu jatuh ke laut atau tempat sepi.


Austin kemudian melanjutkan pernyataannya dengan mengkritik Beijing, yang seharusnya menerapkan standar keamanan tinggi jika benda angkasa mereka jatuh lagi ke Bumi.


Astrofisikawan Jonathan McDowell menerangkan, puing-puing yang berpotensi berbahaya memang akan diprediksi lolos dari kecepatan hipersonik. Dia menuturkan ada kemungkinan misi itu jatuh ke laut. Ada juga peluang akan jatuh di daratan.

McDowell mencontohkan kasus Mei 2020, ketika pecahan roket "Negeri Panda" jatuh ke Pantai Gading. Menyebabkan kerusakan bangunan namun tak ada korban jiwa.
Pakar yang berbasis di Harvard itu menjelaskan, kebanyakan negara mendesain pesawat antariksa mereka agar jika jatuh, masih bisa mereka kontrol.

"Insiden ini memunculkan anggapan arsitek roket China begitu malas hingga mereka sampai tak menyentuh substansi ini," jelasnya. McDowell berkata, berdasarkan orbitnya, pecahan roket akan jatuh di kawasan dekat paling ujung utara maupun selatan.

Media "Negeri Panda" berusaha menurunkan kekhawatiran, dengan mengeklaim puing-puing itu bakal jatuh ke laut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "AS Berharap Roket China yang Jatuh Tak Terkendali ke Bumi Tak Melukai Orang", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/global/read/2021/05/09/070549370/as-berharap-roket-china-yang-jatuh-tak-terkendali-ke-bumi-tak-melukai?page=2.

Sumberkompas
KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm