Apakah hewan peliharaan kita benar-benar mencintai kita juga?
Apakah hewan peliharaan kita benar-benar mencintai kita juga? ( HAI Online)

Penasaran Apakah Hewan Peliharaan Mencintai Kita Juga? Coba Eksperimen Ini

13 Juli 2021 07:39 WIB

Tetapi uji coba tersebut nggak sama dengan hewan. Pasalnya, anjing dan kucing dengan kondisi tanpa pelatihan memiliki rentang perhatian yang lebih pendek daripada balita. Sehingga hewan peliharaan telah kehilangan minat di ruangan itu ketika ada orang lain di tempat kejadian.

Pengujian itu dijabarkan dalam dua makalah, yakni di PLoS One (2015) pada kucing, dan Applied Animal Behaviour Science (2008) pada anjing.

Karena hasilnya yang berbeda, para ilmuwan mengembangkan eksperimennya.

Pada anjing, 48 ekor diuji untuk menjelajah ruangan sendirian, dengan pemiliknya, atau bersama orang asing. Selain itu beberapa peneliti memberikan kedua ruangan berupa mainan saat pertengahan eksperimen.

Hasilnya, mereka menyimpulkan, anjing menguasai lebih banyak tempat daripada pemiliknya. Tetapi mereka jauh lebih sedikit menguasai tempat ketika bersama orang asing, dan sangat sedikit ketika ditinggal sendirian.

Dalam aktivitas, anjing pun lebih senang bermain dengan pemiliknya. Walau pemiliknya nggak bermain bersama, anjing lebih senang bermain saat si pemilik ada di sekitarnya. Dengan orang lain atau sendiri, mereka hanya bermain lebih sedikit.

Anjing yang memiliki rasa keterikatan dengan pemiliknya akan mengawasi kepulangannya. Mereka yang ditinggalkan sendiri cenderung bersikap waspada, sering menghadap pintu tempat pemiliknya pergi, atau secara aktif mencarinya.

Terus gimana dengan kucing?

Dalam makalah tahun 2015 itu, para peneliti mencoba eksperimen yang sama seperti yang dilakukan pada anjing. Hasilnya, dari 20 kucing, hanya 18 kucing yang berhasil menyelesaikan percobaan.

Sisanya? Meninggalkan sebagian besar eksperimen.

Eksperimen tersebut menggambarkan perilaku kucing hanya mengalami sedikit perubahan pada saat berada di ruangan bersama pemiliknya, orang asing, atau sendirian.

Kucing memberi sedikit hasil akan keterikatan rasa aman dengan pemiliknya.

 

Tetapi secara suara, mereka mengeong lebih banyak ketika pemiliknya meninggalkan mereka dengan orang asing, dibandingkan orang asing itu pergi meninggalkannya bersama pemiliknya.

Para peneliti menulis, mungkin kucing memiliki preferensi sosial, atau rasa keterikatan ini bisa muncul dalam kondisi tertentu.

Tapi bukan berarti kucing nggak membentuk rasa hubungan sosial atau rasa sayangnya dengan pemiliknya. (*)

SumberHAI Online
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm