Ilustrasi
Ilustrasi ( kohei_hara)

Investasi Emas Online, 1 Diantara 7 Produk Investasi Ibu Rumah Tangga

11 Agustus 2021 15:27 WIB

SonoraBangka.id - Di zaman sekarang ini, sudah banyak orang yang mulai melek investasi, termasuk para ibu rumah tangga.

Walau tidak bekerja, ibu rumah tangga tetap bisa berinvestasi menggunakan uang belanja yang diberi suami setiap bulan.

Dikutip dari beberapa sumber, berikut ini ada 7 produk investasi yang cocok dilakukan oleh ibu rumah tangga, salah satunya investasi emas online.

1. Investasi emas online

Investasi emas online merupakan salah satu produk investasi yang bisa dicoba oleh ibu rumah tangga.

Hal itu diungkapkan oleh Deputy Bisnis Pegadaian Area Ambon, Tomy Djoko Tri Rahardjo kepada TribunAmbon, Senin (14/06) lalu.

Investasi emas online diketahui tidak membutuhkan modal yang besar.

Dengan uang sebesar Rp10 ribu saja, kita sudah bisa mulai investasi emas online dengan menabung emas.

"Jadi ibu-ibu yang kelola keuangan di rumah, uang kecilnya bisa disisihkan untuk investasi emas. Misalnya kalau dapat uang belanja lima puluh ribu dan dibelanjakan cuma tiga puluh ribu, nah sisanya bisa disisihkan untuk investasi emas,” jelasnya.

2. Reksa dana pasar uang

Reksa dana pasar uang menawarkan rata-rata keuntungan hingga 20 persen per tahun. Lagi-lagi lebih tinggi dari bunga deposito.

Selain bebas pajak, modal investasi reksa dana pasar uang juga terjangkau, bisa dimulai dari Rp10 ribu untuk reksa dana online.

Menariknya lagi, jika butuh uang mendesak, dana di reksa dana pasar uang bisa ditarik kapan saja, tanpa potongan atau penalti.

3. Deposito

Mengutip Kompas.com, bunga deposito memang lebih kecil daripada produk investasi lain.

Namun, bunga deposito tetap lebih tinggi dibanding suku bunga tabungan.

Selain itu, simpanan di deposito dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan nilai maksimal Rp 2 miliar.

Pada deposito, terdapat tenor dari satu bulan sampai 24 bulan.

Oleh karea itu, deposito cocok untuk tujuan tertentu, misalnya biaya kuliah anak, membeli rumah, atau lainnya.

4. Fintech lending

Untuk menjadi invesyor pada fintech lending, kita cukup menanam modal mulai Rp100 ribu saja.

Kita pun bisa mendapat keuntungan atau imbal hasil hingga 16 persen per tahun.

Selain itu, investasi di fintech lending termasuk minim risiko karena semua proses diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Namun pastikan, perushaan fintech lending legal dan jangan sampai terjebak pada investasi bodong.

5. Valuta asing (valas)

Kita juga bisa berinvestasi pada valas untuk menambah cuan.

Sahabat NOVA bisa membeli mata uang asing yang punya nilai tukar tinggi, seperti Dolar AS, Euro, Poundsterling, Yen Jepang, dan Dollar Singapura saat harganya sedang turun.

Simpan dalam rekening valas. Tetapi ingat, bukan untuk bertransaksi atau menjadi alat pembayaran di Tanah Air.

6. Barang bermerek

Barang-barang bermerek, seperti tas, jam tangan, sepatu harganya bisa meningkat sewaktu-waktu, apalagi kalau terbatas.

Hanya saja investasi barang branded, butuh modal besar. Mulai dari jutaan sampai ratusan juta rupiah per item.

7. Surat Utang Negara (SUN)

SUN khususnya instrumen Obligasi Negara (UN) menjadi salah satu favorit ibur rumah tangga, contohnya ORI yang dijual ritel atau ketengan.

ORI bisa dibeli dengan modal Rp 1 juta dan keuntungannya melebihi suku bunga deposito bank-bank BUMN dan dibayarkan setiap bulan selama 3 tahun sesuai tenor ORI.

Investasi ini juga masuk ke dalam investasi berisiko kecil.

Sebab, kupon atau keuntungan dan pokok investasi dijamin negara, sehingga tidak ada yang namanya gagal bayar. 

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm