Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman telah menemui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) pada, Senin (11/10/2021).
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman telah menemui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) pada, Senin (11/10/2021). ( Ist/Kominfo Babel)

Gubernur Kunjungi BPH Migas, Minta Dirikan SPBU Nelayan dan Tambah Kuota BBM di Bangka Belitung

11 Oktober 2021 20:55 WIB

SONORABANGKA.ID - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman sudah menemui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) pada, Senin (11/10/2021).

Tujuan kedatangannya dalam upaya menyelesaikan peroalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) terutama jenis Pertalite yang sering terjadi saat ini di Pulau Negeri Laskar Pelangi Belitung.

Di hadapan Kepala BPH Migas Erika Retnowati, Erzaldi mengatakan terkait kelangkaan BBM jenis pertalite di Pulau Belitung imbas dari kenaikan harga timah yang meroket sehingga banyak masyarakat beralih profesi menjadi penambang rakyat. 

Ia tak menampik jika pandemi Covid-19 ini berdampak pada melemahnya ekonomi sehingga banyak yang lari ke tambang timah inkonvensional.

Permintaan pasar global dan harga timah yang tinggi, maka sesuai hukum pasar permintaan, BBM ditingkat pengecer akan tinggi. 

"Menimbang hal tersebut, saya meminta BPH Migas untuk menambah kuota BBM khususnya pertalite untuk Pulau Belitung," ujar Erzaldi dalam rilisnyang diterima Bangkapos.com, Senin (11/10/2021). 

Ditambahkan, sampai saat  ini tangki cadangan Pertamina untuk Bangka Belitung hanya bermuatan untuk kebutuhan 3 hari, sehingga apabila kuota sudah menipis, pihak Pertamina akan melakukan pembatasan yang membuat antrean di SPBU semakin panjang. 

"Dengan pemakaian pertalite bahkan pertamax yang masif untuk pertambangan, yang membuat menipisnya pasokan, sehingga terjadi kenaikan harga ditingkat pengecer berimbas kenaikan harga barang pokok di wilayah tersebut," ujarnya.

Terkait progran Langit Biru yang digagas Pertamina, Erzaldi menyebutkan Pemprov Babel mendukung hal tersebut, dan terus menggencarkan pendirian Pertashop hingga dipelosok pedesaan, namun itu semua menurutnya percuma jika pasokan BBM tidak mencukupi. 

"Disatu sisi kami mendukung program pemerintah terkait program Langit Biru, namun disisi lain pasokannya BBM kurang memadai," katanya.

Sumberbangka pos
KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm