Gubernur Babel Erzaldi Rosman
Gubernur Babel Erzaldi Rosman ( Ist)

Rencananya Bedah Jantung Bisa Ditangani Di RSUD Ir Soekarno Babel

25 November 2021 10:18 WIB

SonoraBangka.id - Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia, oleh karenanya pemerintah mulai mengembangkan jejaring rujukan kardiovaskular, hal itu agar pelayanan kesehatan bagi penyakit jantung tidak hanya dilakukan di rumah sakit pusat, namun bisa ditangani di rumah sakit daerah.

Gubernur Babel Erzaldi Rosman mengatakan tentunya ini bisa dilakukan dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan pelayanan bedah jantung di di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) (H.C) Ir Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Hal ini disampaikannya pada kegiatan Akselerasi Pengampuan Rumah Sakit Jejaring Kardiovaskular dan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) dengan Pemprov Babel tentang Jejaring Rujukan Pelayanan, Pengembangan Layanan dan Sumber Daya Manusia (SDM) serta penelitian bidang jantung dan pembuluh darah di Ruang Rapat Lantai 4 Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK), Jakarta Barat, belum lama ini.

Akselerasi ini dilakukan sebagai amanat dari Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/602/2017 yang bertujuan untuk mengembangkan pelayanan kardiovaskular, serta melakukan pengampuan jejaring rujukan kardiovaskular, dengan didukung ketersediaan fasilitas sarana dan prasarana serta sumber daya manusia yang memadai.

Sebelumnya, Pihak RSJPDHK telah melakukan pembinaan Proctorship Instravascular Ultrasound (IVUS) dan Fractional Flow Reserve (FFR) bagi Rumah Sakit Umum Daerah (H.C) Ir Soekarno untuk meningkatkan pelayanan kateterisasi jantung, khususnya pelayanan pemasangan ring jantung.

Direktur Utama RSJDHK Iwan Dakota mengapresiasi keseriusan Gubernur Erzaldi dengan terlibat langsung untuk memastikan kehadiran rujukan pelayanan bedah jantung di Bumi Serumpun Sebalai. Hal ini akan disikapi pihaknya untuk memberikan prioritas pada Babel.

“Saya sangat mengapresiasi kehadiran pak gubernur. Biasanya saat MoU, gubernur hanya mengetahui dan bukan yang terlibat langsung. Dengan kehadirannya, maka bisa dipastikan, kami akan mendapatkan support penuh dari pemerintah daerah, sehingga kami menjadi lebih semangat dan berusaha untuk memberikan prioritas pada Babel," ungkap Direktur Utama RSJDHK Iwan Dakota.

"Dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman ini juga sebagai bukti kerja sama kita, semoga pemerintah bisa konsisten menjalankan program ini,” tambahnya.

Hingga saat ini, di Babel masih belum ada rumah sakit yang dapat menangani jantung secara mendalam. Tentu ini menjadi permasalahan bersama, bukan hanya pemerintah daerah, namun juga pemerintah pusat. Selama ini, pasien penyakit jantung harus langsung dirujuk ke RSJDHK untuk mengatasi penyakitnya. Maka tak mengherankan pernah terjadi antrian pasien yang menunggu untuk diatasi hingga 2 tahun lamanya.

Tak hanya itu, pasien yang datang ke Jakarta juga harus dibebankan selain biaya rumah sakit, yaitu biaya sehari-hari keluarga yang ikut menemani berobat. Tentu ini menjadi beban moril bagi pemerintah dalam menjamin pemerataan kesehatan bagi masyarakat.

SumberDiskominfo Babel
PenulisEdwin
EditorEdwin
KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm