Ilustrasi anak yang orangtuanya bertengkar
Ilustrasi anak yang orangtuanya bertengkar ( vadimguzhva )

Ibu Harus Tahu, Ini 5 Dampak Buruk Orang Tua Bertengkar Didepan Anak

29 Januari 2022 13:26 WIB

SonoraBangka.id - Perselisihan, pertengkaran, atau perbedaan pendapat antara suami dan istri adalah suatu hal yang umum terjadi.

Memang, setiap rumah tangga pasti memiliki masalah masing-masing.

Namun, Anda harus tahu bahwa pertengkaran orang tua yang tidak sehat bisa berdampak negatif pada kondisi mental anak.

Bagi anak, rumah yang ideal adalah tempat bagi mereka untuk mendapatkan cinta dan keamanan emosional.

Suasana rumah yang kondusif dan ceria hanya dapat terjadi jika orang tua memiliki hubungan yang baik satu sama lain.

Selain itu, lingkungan harus memiliki hal-hal positif sehingga anak bisa merasa aman, tenteram, dan bisa berkembang.

Oleh sebab itu, jika sedang berselisih paham dengan pasangan, pastikan kita bisa bertengkar dengan sehat dan anak tidak melihatnya.

Itu dilakukan agar pertengkaran orang tua tidak berdampak buruk untuk kesehatan mental anak.

Dikutip dari Healthshots, berikut ini 5 efek samping jika anak melihat orang tua bertengkar.

1. Mempengaruhi harga diri

Ketika seorang anak melihat orang tuanya berdebat, anak merasa bersalah, takut, rentan, dan tidak aman.

Anak tidak mengerti bagaimana harus bereaksi terhadap situasi tersebut dan seringkali berakhir dengan menyalahkan dirinya sendiri.

Hal ini membuat anak menjadi pribadi yang rendah diri di masa dewasa.

Direktur Kesehatan Mental dan Ilmu Perilaku Fortis Healthcare Dr Samir Parikh menjelaskan, anak akan merasa orang tua tidak bahagia.

"Anak-anak akhirnya menyalahkan diri sendiri. Mereka berpikir mungkin mereka telah melakukan sesuatu yang membuat orang tua tidak senang," tambah Parikh.

2. Kesehatan anak terganggu

Beberapa kali, anak bisa berakhir dengan perasaan cemas, tertekan, dan tidak berdaya ketika menghadapi situasi pertengkaran orang tua sehari-hari.

Hal ini dapat menyebabkan merekatidak nafsu makan atau justru makan berlebihan.

Pertengkaran orang tua juga memicu tekanan emosional, kecemasan, sakit kepala, masalah perut, dan kesulitan tidur di malam hari.

Hal ini pada akhirnya dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

3. Mempengaruhi hubungan masa depan anak

Pertengkaran orang tua memengaruhi persepsi anak tentang suatu hubungan dan dunia.

Anak meniru orang tuanya. Terus-menerus melihat orang tua berkelahi, berdebat dan bahkan kekerasan dalam rumah tangga, anak mungkin akan belajar hal yang sama.

Dia akan melakukan hal yang sama dengan pasangannya di masa depan atau malah menjauh dengan seseorang karena takut terluka.

 

4. Mempengaruhi kinerja akademik

Perselisihan yang konstan di rumah memengaruhi kesejahteraan mental kinerja akademik anak.

Pikiran anak disibukkan dengan kilas balik dan dia mungkin terus memikirkan cara untuk menyelesaikan konflik.

Hal ini membuat mereka sulit untuk berkonsentrasi pada studi akademis di sekolah.

Frekuensi jatuh sakit meningkat dan ketegangan di rumah membuat belajar menjadi sulit.

Oleh karena itu, anak biasanya cenderung menjadi di bawah rata-rata secara akademis.

5. Menjadi agresif

Anak-anak sering kali berperilaku agresif dan melampiaskan amarahnya kepada orang tua atau orang lain.

Anak-anak yang lebih besar memikirkan cara untuk lari dari rumah atau parahnya jatuh ke dalam jeratan narkoba.

Mereka bahkan mencari alasan untuk menjauh dari rumah lebih lama.

Anak dapat mengembangkan perilaku anti-sosial dan kriminal.

Seperti mengabaikan hak orang lain, berbohong, mencuri, menyontek, kecanduan nikotin/alkohol, perjudian, jejaring sosial/permainan video yang berlebihan, keterlibatan berlebihan dengan teman, dll.

Jika sedang Berkonflik, Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?

Pertama, jangan sekali-kali melecehkan satu sama lain secara fisik atau menyebut nama buruk di depan anak-anak.

Jika kita tidak dapat melakukannya, mintalah bantuan profesional sebelum hal itu menghancurkan kehidupan kita dan anak-anak.

Kedua, sangat penting bagi orang tua untuk menangani konflik dengan cara yang cerdas.

Anak-anak perlu melihat orang tua sebagai satu kesatuan, mereka juga melihat rumah sebagai tempat yang sangat aman sebagai tempat mereka bersenang-senang.

Ketiga, orang tua harus menciptakan lingkungan di mana momen-momen baik secara drastis melebihi momen-momen buruk dan secara keseluruhan ada rasa gembira yang akan sangat produktif untuk membantu anak mengekspresikan diri mereka di tahun-tahun pembentukan mereka.

Keempat, pasangan sebaiknya tidak berpikir dua kali sebelum mendekati konselor jika konflik yang sering terjadi dengan pasangan menciptakan lingkungan yang beracun di rumah.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm