Ilustrasi cokelat
Ilustrasi cokelat ( SHUTTERSTOCK )

Bagaimana Sejarah Cokelat Bisa Ada di Indonesia? Yuk Cari Tahu Disini

14 Februari 2022 15:40 WIB

Perkembangan Cokelat di Indonesia

Ilustrasi cokelat

Lihat Foto Biji kakao jenis Edel yang diekspor dan dihargai 100 rupiah per biji(KOMPAS.COM/Ira Rachmawati)

Budidaya kakao dan budaya cokelat di Indonesia berkembang begitu pesat pada abad 19 dan 20.

Pada abad ke-20, menurut Fadly, masyarakat Hindia Belanda sangat percaya bahwa minum cokelat bisa meningkatkan kesehatan.

“Kalau dilihat dari iklan-iklan zaman dulu, cokelat lebih identik sebagai minuman daripada camilan seperti sekarang. Cokelat juga menjadi simbol dari status sosial,” ujar Fadly.

Fadly pun memperlihatkan iklan dari merek cokelat produksi Amsterdam bernama “Tjoklat”.

Dalam iklan tersebut, terlihat perempuan Melayu menggunakan kemben dan sanggul yang duduk bersimpuh sambil mempersembahkan sebakul buah kakao.

Iklan tersebut menurut Fadly, menunjukkan cokelat sebagai simbol status sosial. Merek “Tjoklat” sendiri diambil dari bahasa Melayu, asal dari kakao Hindia Belanda.

Industri cokelat di Indonesia sempat begitu kuat. Indonesia pernah jadi salah satu pemasok kakao terbesar di dunia.

Ada sekitar 63 juta cokelat batangan yang diproduksi per tahun atas nama merek “Tjoklat” saja. Pasca kemerdekaan, cokelat pun semakin berkembang dengan aneka merek lokal.

Sehingga cokelat bisa mulai dikonsumsi oleh semua kalangan masyarakat, tak hanya kaum elit saja. Sekarang ini cokelat yang beredar memiliki berbagai varian rasa dan harga yang berbeda.

Indonesia hingga kini selalu masuk dalam tiga besar pemasok biji kakao terbesar di dunia.

Namun sayangnya, konsumsi cokelat masyarakat Indonesia bisa dibilang rendah. Hanya sekitar 500 gram per kapita per tahun.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sejarah Cokelat Bisa Ada di Indonesia", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2020/02/14/120100227/sejarah-cokelat-bisa-ada-di-indonesia?page=all.

SumberKOMPAS.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm