Ribuan calon penumpang meninggalkan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dengan tiga kapal milik Pelni, Kamis (12/5/2022)
Ribuan calon penumpang meninggalkan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dengan tiga kapal milik Pelni, Kamis (12/5/2022) ( KOMPAS.com)

Biaya Logistik Masih Mahal, Pelindo Akan Benahi Pelabuhan Ambon

30 Juli 2022 09:06 WIB

SonoraBangka.ID - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menyatakan, biaya logistik di Indonesia masih lebih tinggi dibanding negara-negara kawasan Asia Tenggara lain, seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia.

Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono mengatakan, hasil studi Bank Dunia menunjukkan biaya logistik di Indonesia mencapai 23 persen dari total produk domestik bruto (PDB) nasional.

"Tidak semua beban biaya logistik ada di Pelindo, tapi juga di instansi lain," ujar dia, dalam keterangannya, dikutip Jumat (29/7/2022).

Merespons hal tersebut, Arif menyebutkan, pasca merger perseroan fokus melakukan perbaikan di pelabuhan kelolaan, dengan harapan dapat meningkatkan arus peti kemas di pelabuhan.

"Dengan pertumbuhan tahunan sekitar lima persen, tahun ini kita punya target 17,3 juta TEUs," katanya.

Salah satu upaya perbaikan perusahaan pelabuhan pelat merah itu dilakukan di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon.

General Manager Pelindo Regional 4 Ambon I Nengah Suryana menilai, sebelum perbaikan dilakukan, Pelabuhan Yos Sudarso masih beroperasi dengan sistem manual disertai kondisi lapangan yang berantakan.

Selain itu, semula terminal peti kemas juga bercampur antara lokasi bongkar dan lokasi pemuatan.

"Driver truk kontainer butuh waktu cukup lama untuk menemukan peti kemas, baik untuk membongkar atau memuat barang," kata Nengah Suryana.

Oleh karenanya, Pelindo melakukan pembenahan, diawali dengan membuat pemetaan, memisahkan blok bongkaran, blok muatan, dan membuat lokasi khusus untuk Cargo Consolidation and Distribution Center (CCDC).

SumberKOMPAS.com
KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm