Pj Gubernur Babel dan Sekda Babel saat event Gowes Go Green Bangka 2022, Sabut (13/8/2022).
Pj Gubernur Babel dan Sekda Babel saat event Gowes Go Green Bangka 2022, Sabut (13/8/2022). ( Sonorabangka.id/ Yudi)

Bersepeda Sambil Wisata, Gowes Go Green Bangka 2022 Tuai Pujian

13 Agustus 2022 16:38 WIB

SONORABANGKA.ID - Sebanyak 781 peserta dari berbagai kalangan turut memeriahkan Gowes Go Green Bangka 2022 yang dibuka langsung oleh Pj. Gubernur Babel, Ridwan Djamaluddin, Sabtu (13/8/2022) pagi.

Kegiatan bersepeda yang digelar atas kerjasama antara Kementerian ESDM dan Pemprov Bangka Belitung (Babel) ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT ke 77 Republik Indonesia yang terbagi dalam dua kategori, yakni 25 km dan 100 km.

Pada kategori 100 km, rutenya sengaja melintasi area pariwisata di sepanjang jalan Kota Pangkalpinang hingga Sungailiat agar nyaman bagi peserta sekaligus mempromosikan Wisata yang ada di Pulau Bangka.

"Dengan Gowes Go Green ini kita ingin menjadikan badan sehat, pikiran yang cerdas dan hati yang bersih, sambil kita berkontribusi pada lingkungan," ungkap Pj Gubernur Kep. Babel, Ridwan Djamaluddin kepada awak media di Pantai Pasir Padi Pangkalpinang, Sabtu (13/8/2022).

Penanaman Pohon Cemara Laut di Pantai Pasir Padi dalam rangkaian event Gowes Go Green 2022, Sabtu (13/8/2022)

Tak hanya bersepeda, dalam event Gowes Go Green Bangka 2022 ini juga dilakukan penanaman pohon cemara laut di Pantai Pasir Padi Pangkalpinang yang dilakukan oleh Pj Gubernur Babel, Sekda Babel dan Forkopimda bersama tamu VIP lainnya.

"Pada event ini kita juga melakukan penanaman pohon di sini, untuk membangun semangat, yakni semangat menanam hari ini untuk kelestarian bumi masa depan. Jadi, semangatnya itu semangat positif semua yang kita bangun pagi ini," ungkapnya.

Selain di Pantai Pasir Padi, penanaman bibit pohon juga dilakukan di Pantai Tanjung Ular dan di kaki Menumbing Muntok, Bangka Barat, yang mana jenis bibit pohonnya disesuaikan dengan kondisi lingkungan masing-masing dan dapat bernilai ekonomis.

Bibit pohon tersebut berasal dari Karang taruna, beberapa perusahaan dan masyarakat sekitar.

"Penghijauan harus terus kita lakukan, karena industri pertambangan selain tulang punggung pembangunan, tapi memberi dampak negatif yang banyak untuk lingkungan, sehingga ini upaya kita menyeimbangkan itu," jelasnya.

KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm