Ilustrasi pesawat tempur. Pesawat tempur F-16 Fighting Falcon TNI Angkatan Udara unjuk kebolehan dengan memperlihatkan peragaan air combat manuver (ACM) atau manuver pertempuran udara bersama jet F-15C United States Pacific Air Force (US PACAF).
Ilustrasi pesawat tempur. Pesawat tempur F-16 Fighting Falcon TNI Angkatan Udara unjuk kebolehan dengan memperlihatkan peragaan air combat manuver (ACM) atau manuver pertempuran udara bersama jet F-15C United States Pacific Air Force (US PACAF). ( KOMPAS.com)

Usai Beli Mirage dan Radar Canggih, Indonesia Berpeluang Borong Mesin Jet F-15 Jepang

21 Juni 2023 09:26 WIB

SonoraBangka.ID - Indonesia berpeluang memborong mesin jet tempur F-15 bekas. Peluang tersebut datang dari Jepang.

Pasalnya, Negeri Matahari Terbit tengah mempertimbangkan melepas mesin F-15J kepada Indonesia agar bisa dipasang di jet tempur F-16 yang dioperasikan TNI Angkatan Udara.

Kedua pesawat kombatan asal Amerika Serikat ini disebut memiliki kesamaan, sehingga Jepang ingin melepas mesin Pratt & Whitney F100 kepada Indonesia.

Pertimbangan Tokyo ingin melepas mesin tersebut karena F-15J mereka belum menjalani program modernisasi, sebagaimana pemberitaan Kompas.com, Senin (19/6/2023).

Untuk merealisasikan rencana ini, Jepang juga tengah mempertimbangkan untuk merevisi kebijakan terkait ekspor peralatan dan senjata mematikan, termasuk pesawat tempur.

Dikutip dari laman gagadget.com, Angkatan Udara Bela Diri Jepang memiliki 200 jet tempur F-15.

Saat ini, separuh dari jumlah F-15 yang dimiliki Jepang belum juga menjalani program upgrade Multi-Stage Improvement Program (MISIP).

Nantinya, F-15 tersebut akan dipensiunkan dan digantikan oleh pesawat generasi kelima, F-35A Lightning II yang juga sama-sama produksi Amerika Serikat.

Dambaan

Indonesia sebetulnya sudah lama mendambakan F-15EX guna menambah kekuatan pertahanan udaranya.

Ketertarikan Indonesia terhadap F-15EX berbarengan ketika Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto membidik pembelian Rafale, jet tempur produksi Dassault Aviation asal Perancis.

Akan tetapi, upaya pengadaan F-15EX hingga kini masih dalam tahap negosiasi. Padahal, Amerika Serikat sebelumnya telah menyetujui penjualan 36 unit F-15EX kepada Indonesia.

Penjualan ini sudah termasuk berbagai peralatan militer lainnya senilai hampir 14 miliar dollar AS atau sekitar Rp 200 triliun. Bahkan, Amerika Serikat juga telah memberikan kode khusus bagi Indonesia untuk penggunaan F-15EX, yakni F-15IDN.

Sedangkan, usaha pengadaan Rafale jauh lebih maju. Indonesia dan Perancis meneken kontrak untuk pengadaan 42 Rafale di Jakarta pada 10 Februari 2022.

Menurut rencana, tiga unit Rafale pertama akan diterima Indonesia pada Januari 2026.

Adapun kesepakatan pengadaan Rafale terjalin tepat ketika Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyetujui penjualan 36 F-15EX kepada Indonesia.

Mirage dan GM400a

Di sisi lain, pertimbangan Jepang melepas mesin F-15J tak lama setelah Indonesia meneken kontrak pembelian jet tempur Mirage 2000-5 bekas Qatar Air Force dan radar jarak jauh Ground Master 400 Alpha (GM400a) produksi perusahaan Perancis, Thales.

Dalam kesepakatan dengan Qatar, Indonesia membeli 12 Mirage bekas senilai 733.000.000 euro atau Rp 11,8 triliun lebih. Sebanyak 12 unit Mirage yang dibeli Indonesia terdiri atas sembilan unit bertempat duduk tunggal dan tiga unit bertempat duduk ganda.

Pengadaan ini juga telah mencakup 14 unit engine and T-celltechnical publicationsGSEsparetest benchesA/C delivery, FF & insurance, dukungan servis selama tiga tahun, pelatihan pilot, teknisi, dan infrastrukur, serta persenjataan.

Terkait radar GM400a, total pesanan Indonesia sebanyak 13 unit. Kesepakatan pengadaan pengawas pertahanan udara ini sudah termasuk klausul transfer of technologi (ToT) yang akan memberikan keuntungan bagi Indonesia.

GM400a merupakan radar jarak jauh canggih hasil pengembangan terbaru dari versi sebelumnya, yakni GM400. Sebagai generasi terbaru, GM400a mempunyai keunggulan lima kali lebih canggih dari pendahulunya.

Dikutip dari laman thalesgroup.com, radar GM400a memiliki kinerja yang cukup luas dalam mengawasi pertahanan udara nasional.

Radar ini mampu mengawasi setiap gerak-gerik yang berada di area wilayah pertahanan udara hingga sejauh 515 kilomter.

Dibanding GM400, daya jangkau GM400a lebih besar sekitar 10 persen. Selain itu, GM400a juga mampu mendeteksi sasaran pada ketinggian maksimal 100.000 kaki dengan sudut ketinggian mencapai 40 derajat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Usai Beli Mirage dan Radar Canggih, Indonesia Berpeluang Borong Mesin Jet F-15 Jepang", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2023/06/21/08273291/usai-beli-mirage-dan-radar-canggih-indonesia-berpeluang-borong-mesin-jet-f.

SumberKOMPAS.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm