Selain masalah gizi, ternyata polusi udara bisa jadi faktor penyebab stunting.(Shutterstock/Yuganov Konstantin)
Selain masalah gizi, ternyata polusi udara bisa jadi faktor penyebab stunting.(Shutterstock/Yuganov Konstantin) ( KOMPAS.COM)

Mengenal Apa Itu Stunting, Gejala, Penyebab, dan Bagaimana Cara Untuk Mencegahnya

3 Juli 2023 21:09 WIB

Dalam jangka panjang, stunting bisa memberikan dampak lain seperti penurunan prestasi belajar, masalah ekonomi, hingga munculnya beragam penyakit.

Dikutip dari laman BKKBN, stunting berbeda dengan stunted. Stunted berarti pendek, di mana hanya tinggi badan yang diukur.

Sedangkan stunting adalah kondisi gagal tumbuh kembang anak balita akibat dari kekurangan gizi saat mereka dalam kandungan hingga dilahirkan ke dunia.

Kondisi stunting mulai terlihat setelah bayi berusia 2 tahun. Adapun anak dengan stunting sudah pasti pendek (stunted), tapi pendek belum tentu stunting.

Gejala anak stunting

Anak stunting, biasanya akan menunjukkan sejumlah gejala yang bisa diamati orang tua. Berikut ini sejumlah ciri anak stunting:

  • Tanda pubertas terlambat
  • Performa buruk pada tes perhatian dan memori belajar
  • Pertumbuhan gigi terlambat
  • Usia 8-10 tahun anak menjadi lebih pendiam dan tak banyak melakukan eye contact
  • Pertumbuhan melambat
  • Wajah tampak lebih muda dari usianya.

Penyebab stunting

Stunting disebabkan oleh berbagai faktor. Umumnya, penyebab stunting memengaruhi kehidupan anak pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

Berikut ini beberapa penyebab seorang anak mengalami stunting:

  • Faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita
  • Kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, serta setelah ibu melahirkan
  • Masih terbatasnya layanan kesehatan seperti pelayanan kesehatan selama masa kehamilan, dan terbatasnya layanan Post Natal Care untuk pembelajaran dini yang berkualitas
  • Masih kuranngnya akses pada makanan bergizi
  • Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi.

Dampak stunting

Stunting tak hanya masalah tinggi badan, tapi juga menimbulkan sejumlah dampak lain yakni:

  • Mudah sakit
  • Kemampuan kognitif berkurang
  • Saat tua berisiko terkena penyakit yang berhubungan dengan pola makan
  • Fungsi-fungsi tubuh tak seimbang
  • Mengakibatkan kerugian ekonomi
  • Postur tubuh tak maksimal saat dewasa.

Dalam jangka pendek, masalah stunting bisa menyebabkan beberapa gangguan berikut:

  • Terganggunya perkembangan otak
  • Terganggunya kecerdasan
  • Masalah pertumbuhan fisik
  • Gangguan metabolisme tubuh.

Selanjutnya dalam jangka panjang, stunting bisa menimbulkan masalah sebagai berikut:

  • Menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar
  • Menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit
  • Risiko tinggi munculnya diabetes
  • Kegemukan
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Kanker
  • Stroke
  • Disabilitas pada usia tua.

Cara mencegah stunting

Guna mencegah stunting, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Berikut ini beberapa cara untuk mencegah stunting yakni:

SumberKOMPAS.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm