Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Yudo Dwinanda Priaadi saat menghadiri acara Tripatra Sustainable Engineering Summit di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, Jumat (13/10/2023).
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Yudo Dwinanda Priaadi saat menghadiri acara Tripatra Sustainable Engineering Summit di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, Jumat (13/10/2023). ( KOMPAS.com)

Kementerian ESDM Intip Peluang Ekspor Listrik ke ASEAN

14 Oktober 2023 16:27 WIB

SonoraBangka.ID - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melihat adanya kemungkinan Indonesia dapat mengekspor listrik ke negara anggota ASEAN.

Hal ini bisa dicapai dengan membangun kabel listrik bawah laut untuk menyambungkan lima area utama kelistrikan di Indonesia atau disebut Jaringan Listrik Supergrid Nusantara.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Yudo Dwinanda Priaadi mengatakan, dengan direalisasikannya Jaringan Listrik Supergrid Nusantara, maka sumber-sumber energi listrik yang tersebar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pasalnya, pengembangan Supergrid ini dapat menghubungkan aliran listrik dari satu pulau ke pulau lainnya di seluruh Indonesia sehingga dapat memenuhi permintaan energi listrik nasional.

Setelah permintaan energi listrik nasional terpenuhi, maka Indonesia dimungkinkan dapat ekspor listrik ke negara tetangga.

"(Ini) membuka peluang untuk one day nanti harapannya mungkin tidak terlalu lama ialah ekspor listrik ke negara ASEAN. So this is gonna be a new export comodity yang mana tentunya yang green energy," ujarnya dalam acara Tripatra Sustainable Engineering Summit di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, Jumat (13/10/2023).

Menurutnya, Indonesia harus bersyukur karena memiliki potensi EBT yang sangat besar dari sumber yang beragam seperti energi surya, energi hidro, dan energi angin.

Oleh karenanya, Indonesia bisa mengkomersialisasikan potensi EBT tersebut dengan pengembangan Jaringan Listrik Supergrid Nusantara.

"Karena kita negara kepulauan yang terbesar di dunia, kita agak unik, karena kalau tidak kembangkan super grid, kita akan tetap bertahan pada island by island independece system," ucapnya.

Untuk itu, saat ini Dewan Energi Nasional tengah menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) untuk untuk kebijakan energi nasional yang baru.

"Saat ini kita sedang finalkan dengan parlemen UU EBET, DPR juga sudah mulai diskusi teknis tentang rencana revisi UU Migas, terakhir kalau idealnya tentu untuk rancangan UU Ketenagalistrikan," tuturnya.

Sebagai informasi, rencana pembangunan Supergrid merupakan solusi pemerataan listrik berbasis EBT dan merupakan salah satu upaya untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060 karena banyak menggunakan pembangkit berbahan dasar dari EBT.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kementerian ESDM Intip Peluang Ekspor Listrik ke ASEAN", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2023/10/13/201000326/kementerian-esdm-intip-peluang-ekspor-listrik-ke-asean.

SumberKOMPAS.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm