SonoraBangka.id - Viral usai punya pekerjaan sampingan nyambi badut sulap, inilah kisah Bripka Rian, polisi di Polda Bangka Belitung.
Bripka Rian jadi sorotan usai memposting sisi lainnya sebagai seorang polisi.
Betapa tidak, Bripka Rian ternyata punya profesi lain yang mungkin tak disangka-sangka banyak orang.
Pria bernama Fardriansah itu mencari sampingan sebagai badut sulap.
Ia melakoni pekerjaan sampingannya itu usai pulang dinas.
Fardriansah merias sendiri wajahnya.
Kisah inspiratif ini dijalani oleh Bripka Fardriansah, anggota polisi di Polda Bangka Belitung.
Ia membagikan kisahnya di akun TikTok miliknya, @rian.gendutInd.
Lantas seperti apa kisah dan apa alasan polisi satu ini nyambi sebagai badut sulap?
Sosok Bripka Rian
Pada video yang diunggahnya di akun TikTok, pria yang akrab disapa Bripka Rian terlihat membawa kotak container.
Dengan penuh semangat, ia membawa kotak itu sambil memakai seragam polisi dan menggendong tas.
Ia kemudian membuka kemejanya dan mulai duduk di atas karpet warna hijau.
Bripka Rian kemudian merias wajahnya menjadi badut, lengkap dengan hidung merah.
Ia lalu mengganti pakaian dinasnya itu dengan baju badut dan wig warna warni.
Bripka Rian kemudian berjoget bersama anak-anak di acara ulang tahun.
Ia juga terlihat memamerkan keahlian sulapnya di depan anak-anak kecil.
"Orang gila mana yang sudah jadi PNS malah kerja sampingan jadi badut menghibur anak-anak," tulisnya pada video TikTok, Kamis (13/2/2025).
Meski begitu, Bripka Rian bangga melakukan pekerjaan sampingannya itu selama halal.
Rupanya uang hasil bekerja sebagai badut itu hendak ia kumpulkan untuk ke Makkah.
"Selesai Menjalankan tugas Dinas,Semoga Bisa Ngumpul buat Ke Mekah Ya Ma.... Insya Allah," tulisnya.
Dikutip dari YouTube Metro TV, Rabu (12/2/2025), ia rupanya sudah menjalani profesi itu sebelum jadi anggota Polri.
"Awal mulanya saya sebelum jadi polisi itu tahun 2005 saya sudah jadi badut polisi," kata Bripka Fardriansah.
Kemudian di tahun 2008 dirinya sempat vakum menjadi badut polisi.
Namun di tahun 2017, ia kembali menjalani pekerjaan sampingannya itu.
"Tahun 2017 saya ikut lagi main acara ulang tahun pas jadi Bhabin dulu, pas ini lagi mau usaha lagi," katanya.
Ia mematok tarif Rp 350.000 untuk setiap kali penampilan di acara ulang tahun.
Namun Bripka Fardriansah memberikan biaya gratis untuk acara di panti asuhan.
"Kalau ada undangan acara di panti asuhan, saya gak terima biaya," kata dia.
Aksi Bripka Rian itu pun dipuji oleh Kapolda Bangka Belitung, Irjen Pol Hendro Pandowo.
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Bripka Fardriansah itu merupakan hal yang baik.
"Bagus, tentunya dia memiliki kemampuan, kompetensi, di samping anggota polisi, bisa menghibur orang. Itu dilaksanakan, silakan dieksplore, kemudian mewujudkan masyarakat sadar kamtibmas melalui keahlian badutnya," kata Hendro Pandowo.
Kisah lain polisi jadi marbot masjid
Sebelumnya, kisah inspiratif juga datang dari Aiptu Suwarjo, polisi nyambi jadi marbot masjid 15 tahun.
Suwarjo merupakan anggota Seksi Humas Polres Rembang.
Selama 15 tahun, ia menjadi marbot dan bertugas membersihkan Masjid Permata Iman di Desa Ngotet Kidul, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Tidak hanya sekadar menyapu dan mengepel, ia juga membersihkan kamar mandi serta memastikan segala keperluan ibadah tersedia.
Kegiatan ini dilakukan setiap kali ada waktu luang, baik setelah dinas maupun di hari libur, tanpa mengharapkan imbalan.
Pada Rabu (5/2/2025), ia terlihat sibuk di masjid, merapikan ruangan dan mempersiapkan perlengkapan salat.
Baginya, kebersihan tempat ibadah adalah bagian dari pelayanan kepada masyarakat yang tidak bisa diabaikan.
"Bantuan itu tidak selalu berupa materi, bisa juga dukungan moril, tenaga, dan pikiran. Saya hanya ingin berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan," ujar Aiptu Suwarjo, melansir dari TribunJateng.
Tak hanya di masjid, dedikasinya dalam menjaga kebersihan juga meluas ke tempat-tempat lain.
Ia sering membersihkan lingkungan sekitar, termasuk pemakaman umum dan selokan yang tersumbat. Bagi nya kepedulian terhadap lingkungan adalah wujud nyata dari tugas seorang Polisi yang mengayomi masyarakat.
Ketua Takmir Masjid Permata Iman, Bapak Suryono, mengaku terharu dengan dedikasi yang ditunjukkan oleh Aiptu Suwarjo.
"Beliau bukan sekadar anggota Polri yang baik, tapi juga bagian dari kami. Setiap hari libur atau setelah dinas, beliau selalu menyempatkan diri membersihkan masjid. Ketulusannya menginspirasi banyak jamaah di sini untuk lebih peduli," ungkap Suryono.
Kapolres Rembang, AKBP Dhanang Bagus Anggoro mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh Aiptu Suwarjo.
Menurutnya, keterlibatan anggota Polri dalam kegiatan sosial merupakan bagian penting dari upaya membangun hubungan baik dengan masyarakat.
"Tugas polisi bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga membaur dan turut serta dalam setiap kegiatan sosial. Ini adalah bagian dari pengabdian," kata nya.
Kapolres Rembang kembali menegaskan bahwa keterlibatan anggota Polri dalam aktivitas sosial seperti menjadi marbot masjid dapat meningkatkan kedekatan emosional dengan warga.
"Kehadiran polisi dalam kegiatan sosial memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan tugas kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Kisah Bripka Rian, Polisi di Polda Babel yang Kerja Nyambi Jadi Badut Sulap, Diupah Rp350 Ribu, https://bangka.tribunnews.com/2025/02/13/kisah-bripka-rian-polisi-di-polda-babel-yang-kerja-nyambi-jadi-badut-sulap-diupah-rp350-ribu?page=all#goog_rewarded.