Bangka Pos Hari Ini, Jumat (28/2/2025).
Bangka Pos Hari Ini, Jumat (28/2/2025). ( Bangka Pos)

Jasad Safit ‘Dijaga’ 4 Buaya, Evakuasi di Sungai Selan Bangka Tengah Penuh Ketegangan

28 Februari 2025 07:34 WIB

SonoraBangka.id - Akhirnya, pencarian terhadap Safit (60) yang hilang diterkam buaya di muara Sungai Selan atau Kolong Haji Amat, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, membuah hasil. 

Warga asal Desa Munggu, Kecamatan Sungai Selan, itu ditemukan anggota kepolisian dan masyarakat yang melakukan pencarian dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (27/2) malam.

Proses evakuasi jasad Safit berlangsung dramatis dan penuh ketegangan.

 

Di tengah kegelapan malam, polisi dan warga menggunakan perahu kecil harus memasuki area rawa yang ditumbuhi rumput serta belukar.

Mereka pun harus ekstra hati-hati, kawasan Kolong Haji Amat dikenal rawan karena menjadi sarang buaya ganas yang sewaktu-waktu bisa menyerang polisi dan warga.

Sekira pukul 20.15 WIB, saat melakukan penyisiran menggunakan perahu, tim yang melakukan pencarian melihat samar sesosok tubuh di semak rawa, yang diduga kuat adalah jasad Safit.

Pemandangan kala itu bikin bulu kuduk merinding. Pasalnya jasad Safit masih berada di dalam mulut seekor buaya berukuran sekitar empat meter.

Sementara tiga ekor buaya lainnya yang juga berukuran besar, tampak waspada mengelilingi lokasi ditemukannya jasad korban.

 

Evakuasi pun tak bisa segera dilakukan. Ini karenaa buaya tersebut tidak mau melepaskan jasad Safit yang berada dalam mulutnya.

Sementara tiga buaya lainnya juga tidak beranjak dari tempatnya, walaupun mengetahui kedatangan polisi dan warga. Bahkan beberapa kali, terlihat hewan reptil ganas itu mengibaskan ekornya yang panjang.

Kondisi ini tentunya menyulitkan tim yang hendak mengevakuasi jasad korban. Apalagi penglihatan mereka terbatas karena malam hari.

Sejumlah upaya terus dilakukan warga dan polisi agar jasad korban terlepas dari gigitan buaya. Beberapa di antaranya berulang kali melemparkan kayu dan batu ke arah buaya diiringi dengan teriakan takbir.

“Allahu akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Lepas lah, lepas lah,” teriak warga dengan suara lantang dari atas perahu.

Upaya mereka pun membuahkan hasil, jasad korban terlepas dari mulut buaya. Lalu empat buaya tersebut menjauh dari lokasi.

Tidak mau menunggu lama, polisi bersama warga langsung mengangkat jasad korban ke atas perahu dan membawanya ke daratan.

Sedang Mancing 

Kasat Polairud Polres Bangka Tengah, Iptu Tommy membenarkan adanya warga yang diserang buaya di Muara Sungai Selan atau Kolong Haji Amat.

“Benar, Rabu (26/2) petang, telah terjadi penyerangan buaya di lokasi Muara Sungai Selan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujarnya kepada Bangkapos.com, Kamis (27/2).

Iptu Tommy mengungkapkan, kejadian bermula saat Safit yang berprofesi sebagai penjual buah keliling bersama anaknya Sarmudi, Rabu (26/2) sore, berangkat dari rumah menuju muara Sungai Selan atau Kolong Haji Amat.

“Mereka tiba di kolong sekira pukul 15.40 WIB untuk memancing,” katanya.

Lalu, Safit dan anaknya mencari lokasi atau spot berbeda yang agak berjauhan untuk memancing di pinggir Kolong Haji Amat.

“Sekira pukul 17.15 WIB, anak korban yakni Sarmudi mendengar bunyi gemuruh air di tempat ayahnya memancing,” tukas Iptu Tommy.

Lalu Sarmudi bergegas mendatangi tempat korban memancing dan mendapati sang ayah tidak ada lagi di lokasi. Ia hanya mendapati pancing milik korban yang mengapung di kolong.

“Anak korban langsung menghubungi warga meminta pertolongan. Setelah itu dibuat tim bersama masyarakat untuk melakukan pencarian,” imbuhnya. 

Lanjut Iptu Tommy setelah berjam-jam melakukan pencarian sekira pukul 20.15 WIB, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Di Mulut Buaya

Ia menyebutkan, korban saat ditemukan warga dalam posisi masih di dalam mulut buaya berukuran 4 meter dan ada 3 buaya lainnya di sekitar lokasi.

“Jasad korban akhirnya bisa lepas dari mulut buaya setelah dilempari kayu dan batu oleh personil dibantu warga yang ramai ikut melakukan pencarian,” tambahnya.

Berkaca dari kasus ini, Iptu Tommy mengimbau warga untuk lebih waspada saat beraktivitas di sungai atau kolong.

“Kami mengimbau mengharapkan warga yang beraktivitas di di daerah aliran sungai untuk lebih berhatihati, karena hewan buas bisa muncul kapan saja tanpa disadari, jadi lebih waspada,” pungkasnya.

Ia menambahkan, sebagai langkah antisipasi Polres Bangka Tengah sudah sering melakukan edukasi dan memasang spanduk tentang ancaman serangan buaya di lokasi rawan.

Sementara Kepala BPBD Bangka Tengah, Yudhi Sabara menyebutkan bahwa sejak bulan Desember 2024 sampai dengan Februari 2025 merupakan musim kawin buaya.

Ia menjelaskan pada musim kawin dan bertelur, buaya biasanya menjadi lebih sensitif, agresif atau mudah menyerang, serta lebih sering memunculkan diri ke permukaan.

“Masyarakat harus waspada selama musim kawin buaya, agar tidak terjadi musibah, karena serangan hewan buas tersebut, seperti di Sungai Selan memang daerah yang rawan atau menjadi habitat buaya,” tandasnya.

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Dramatis! Jasad Safit ‘Dijaga’ 4 Buaya, Evakuasi di Sungai Selan Bangka Tengah Penuh Ketegangan, https://bangka.tribunnews.com/2025/02/28/dramatis-jasad-safit-dijaga-4-buaya-evakuasi-di-sungai-selan-bangka-tengah-penuh-ketegangan?page=all.

SumberBangka.tribunnews.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm