Ilustrasi berkendara. (Thinkstock)
Ilustrasi berkendara. (Thinkstock) ( kompas.com)

Tidak Disarankan Pengemudi Meminum Suplemen Selama Berkendara Jarak Jauh

13 September 2020 18:39 WIB

SONORABANGKA.ID - Penyebab Kecelakaan lalu lintas bisa disebabkan oleh beberapa hal, mulai pelanggaran lalu lintas, kerusakan pada kendaraan hingga faktor kelelahan pengemudi.

Masih banyak pengemudi memaksakan tetap berkendara ketika keadaan stamina sudah menurun sehingga menjadi kurang fokus di jalanan.

Terlebih, kalau pengendara tengah melakukan perjalanan cukup jauh dan dalam waktu yang lama.

Keadaan ini tentunya cukup berbahaya tidak hanya bagi pengemudi itu sendiri maupun bagi pengguna jalan lainnya.

Ketika tubuh sudah memberikan sinyal rasa lelah, pengendara disarankan untuk berhenti dan beristirahat sejenak guna mengembalikan stamina tubuh.

Hal ini sebagaimana disampaikan Sony Susmana dari Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia ( SDCI)  kepada Kompas.com, Sabtu (12/9/2020).

Sony menambahkan, seorang pengemudi sangat perlu beristirahat saat secara berkala. Fungsinya adalah untuk memulihkan stamina serta untuk melepaskan penat hingga peregangan selama menempuh perjalanan.

“Idealnya setelah melakukan perjalanan maksimal 3 jam, wajib beristirahat selama 30 menit. Dan menyisihkan waktu tiga menit untuk stretching dan itu harus didukung oleh penumpangnya,” ujar Sony.

Selain itu, Sony juga mengatakan, ketika keadaan mata sudah mengantuk sebaiknya pengemudi tidak memaksakan tetap berkendara.

Masalahnya, mengemudi dalam keadaan mengantuk sangat berbahaya. Potensi kecelakaan bisa saja terjadi kalau pengemudi berkendara dalam keadaan mengantuk.

“Kalau mengantuk, pengemudi bisa tidur sejenak. Tetapi, sebelum tidur sebaiknya meminum kopi, karena efek dari kopi kan biasanya satu jam setelah meminum,” kata Sony.

Sony tidak menyarankan pengemudi meminum suplemen untuk menjaga kondisi tubuh selama menempuh perjalanan.

Walau kondisi tubuh akan terasa lebih terjaga setelah meminum suplemen, tetapi hal itu termasuk memaksakan kondisi tubuh.

“Efeknya hanya sesaat, boostnya ok atau bagus tapi dropnya cepat, sehingga pengemudi nantinya cenderung maksa (karena sudah minum suplemen), padahal sudah lelah, ini yang bahaya,” tutur Sony.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Berkendara Jarak Jauh, Jangan Biasakan Minum Suplemen", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2020/09/12/180100515/berkendara-jarak-jauh-jangan-biasakan-minum-suplemen.

KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm