Ilustrasi penggunakan google maps
Ilustrasi penggunakan google maps ( JUSTIN SULLIVAN)

Orangtua Jangan Pantau Anak Melalui Internet, Ini Penjelasannya

16 September 2020 15:32 WIB

 

SonoraBangka.id - Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat seperti sekarang, semua orang dapat mengakses internet dengan sangat mudah.

Penggunaan internet kini sangat sulit dipisahkan dari kehidupan manusia.

Internet juga menyediakan banyak informasi dan menjadi media berkomunikasi yang tak terbatas jarak.

Namun, internet adalah sebuah rimba belantara bagi yang tidak memahaminya.

Oleh karena itulah banyak dari orangtua yang merasa perlu untuk memantau aktivitas anak-anaknya di dunia maya.

Banyak yang beranggapan bahwa tantangan orangtua masa kini dalam pengawasan aktivitas buah hatinya semakin mudah.

Survei berskala besar di Amerika menunjukkan, generasi remaja di era digital ini justru memiliki "perilaku yang baik".

Misalnya saja mereka lebih sering berada di rumah, mungkin karena selalu terkoneksi dengan teman-temannya di media sosial, atau pun ketertarikan remaja di era ini terhadap perilaku berbahaya, seperti narkoba atau seks sebelum menikah, lebih rendah.

Sebagai orangtua yang memiliki anak mulai besar, tetap saja selalu dilanda kecemasan.

Kecanduan gadget, melihat situs porno, atau melakukan sexting, adalah salah satu yang menjadi ketakutan orangtua saat ini.

Psikolog Lisa Damour, mengatakan, kecemasan orangtua di era digital ini sebenarnya justru disebabkan mereka terlalu banyak tahu aktivitas anak-anaknya.

Damour mengatakan, orangtua yang punya anak remaja mungkin paham anak-anaknya lebih lancar berkomunikasi dengan teman di media sosial.

Berkat bantuan GPS, orangtua bisa melacak riwayat aktivitas anak di internet, membaca percakapan digitalnya, dan mengetahui dengan persis anaknya sedang dimana.

Sebenarnya, penyebab para orangtua khawatir tentang anak-anak mereka adalah terlalu memantau anak di dunia digital, sehingga kurang menikmati hubungan dengan anak.

Damour mencontohkan penggunaan CT-scan seluruh tubuh, dalam menimbang untung rugi dari pengawasan melekat terhadap anak.

Walau dokter tahu bahwa pemeriksaan CT-scan pada orang sehat bisa membantu mengetahui gejala awal suatu penyakit, tetapi badan berwenang seperti FDA melarangnya.

Alasannya, manfaat dari deteksi dini itu lebih kecil dari mudaratnya, berupa rasa cemas dan tes ini-itu yang berlebihan karena ingin memastikan semuanya aman.

Diungkapkan Damour bahwa jika kita ingin mengawasi anak di internet, kita juga perlu paham bahwa informasi itu bisa membuat kita cemas, salah mengerti, dan justru menyebabkan pertengkaran.

Dari pada diam-diam melakukan pengawasan, di sarankan bagi orangtua untuk membangun rasa percaya dengan anak remajanya.

Walaupun tidak mudah, tapi setidaknya orangtua sudah mencobanya.

Orangtua sejak awal, sebaiknya bisa menjelaskan pada anak tentang kelebihan dan kekurangan internet, termasuk sosial media.

Sehingga mereka bisa lebih waspada. Tekankan pula bahwa anak bisa bertanya apa pun pada orangtua, tanpa harus dihakimi.

Lantas, bagaimana batasan mengawasi anak yang tepat?

Menurut dia, tidak ada satu ukuran berlaku sama untuk setiap anak.

"Remaja yang berhati-hati dan bertanggung jawab, bisa saja menikmati aktivitas online lebih lama dibanding sebayanya yang impulsif di dunia nyata atau pun maya," katanya.

Remaja yang lebih sering memakai gawainya untuk melihat-lihat Pinterest mungkin pengawasannya bisa lebih kendur dibanding anak yang terobsesi dengan Snapchat.

Jadi, sebagai orangtua harus mengenali kepribadian anak-anaknya.

Tidak ada alat monitor orangtua secanggih apa pun yang bisa menggantikan hubungan komunikasi yang lancar, terbuka, dan saling percaya dengan anak-anaknya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Memantau Aktivitas Anak di Internet Mungkin Bukan Ide yang Baik", Klik untuk baca: https://lifestyle.kompas.com/read/2019/02/21/201500320/memantau-aktivitas-anak-di-internet-mungkin-bukan-ide-yang-baik?page=2.

SumberKOMPAS.com
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm