Foto yang dirilis Gedung Putih menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bekerja di ruang konferensi Rumah Sakit Militer Walter Reed di Bethesda, Maryland, Sabtu (3/10/2020), setelah dinyatakan positif Covid-19.
Foto yang dirilis Gedung Putih menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bekerja di ruang konferensi Rumah Sakit Militer Walter Reed di Bethesda, Maryland, Sabtu (3/10/2020), setelah dinyatakan positif Covid-19. ( THE WHITE HOUSE/JOYCE N BOGHOSIAN via AP)

Diberi Obat Steroid Dexamethasone, Lantas Bagaimana Kondisi Trump ?

5 Oktober 2020 12:20 WIB

SonoraBangka.ID - Menjalani perawatan, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump diberi obat steroid dexamethasone sebagai bagian dari pengobatan Covid-19 yang diterimanya.

Informasi tersebeut diungkapkan oleh salah satu dokter yang merawat Trump, Dr Brian Garibaldi pada Minggu (4/10/2020).

Melansir CNN, Senin (5/10/2020), pemberian obat tersebut menjadi indikasi atau kemungkinan bahwa Trump sedang mengalami kondisi yang mengkhawatirkan.

Baca Juga: Dexamethasone Diklaim Efektif Obati Pasien Covid-19, Ini Penjelasannya

Berdasarkan informasi, biasanya obat ini tidak boleh diberikan kepada orang-orang yang menderita sakit tak terlalu parah.

Sebab, dengan mengkonsumsi obat ini, pasien akan menerima efek samping dari steroid, termasuk menekan sistem kekebalan.

"Kami memutuskan bahwa dalam kasus ini, manfaat potensial di awal, kemungkinan lebih besar daripada risikonya saat ini," kata dokter yang bertugas di Gedung Putih, Dr Sean Conley kepada wartawan di luar pusat medis Walter Reed, Minggu (4/10/2020).

Namun, pemberian obat ini dapat menimbulkan kebingungan baru terkait dengan kondisi Trump sebenarnya.

Pada Minggu (4/10/2020), para dokter mengatakan bahwa pada Jumat (2/10/2020) dan Sabtu (3/10/2020), tingkat saturasi oksigen Trump telah menurun dua kali di bawah 94 persen.

Pada umumnya, tingkat saturasi oksigen pada orang normal (sehat) adalah antara 95-100 persen.

Kabar ini pun memunculkan perhatian tersendiri di antara para dokter meskipun setelah itu Trump keluar dengan iring-iringan mobil di sekitar Water Reed, Minggu (4/10/2020) dan masuk kembali ke tempatnya dirawat.

"Entah dia (Trump) mengalami gejala yang parah dan menggunakan dexamethasone atau dia tidak mengalami gejala separah itu. Jika demikian, penggunaan dexamethasone adalah tindakan yang tidak bertanggungjawab," ungkap Nicholas Christakis, seorang dokter dan sosiolog di Yale University seperti dikutip The Guardian, Minggu (4/10/2020).

Diketahui, pemberian obat ini dapat meningkatkan peluang bertahan hidup dan memperpendek lama waktu pasien di rumah sakit, bagi mereka yang memiliki kadar oksigen darah cukup rendah dan pasien yang membutuhkan ventilator.

Sementara itu, hingga kini Trump sendiri sudah menerima dua pengobatan sebelumnya yaitu obat antivirus remdesivir dan campuran obat antibodi.

Remdesivir disetujui penggunaan daruratnya oleh BPOM AS pada Mei lalu setelah studi menemukan bahwa obat ini membantu orang pulih lebih cepat.

KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm