Kuah Beulangong sudah siap disajikan untuk dinikmati bersama-sama.
Kuah Beulangong sudah siap disajikan untuk dinikmati bersama-sama. ( KOMPAS.COM/DASPRIANI Y ZAMZAMI)

Berikut Ini 6 Makanan Khas Perayaan Maulid Nabi Muhammad Di Indonesia

29 Oktober 2020 07:48 WIB

SonoraBangka.id - Seperti halnya perayaan lain, Maulid Nabi Muhammad diwarnai dengan aneka tradisi yang dilakukan masyarakat Indonesia. Perayaan Maulid Nabi Muhammad di Indonesia jatuh pada 29 Oktober 2020. Setiap tradisi masyarakat tak bisa dipisahkan dari kuliner khas. Beberapa di antaranya bahkan hanya muncul di perayaan Maulid Nabi Muhammad saja. Berikut ini makanan yang muncul khas untuk perayaan Maulid Nabi Muhammad di beberapa daerah di Indonesia seperti dilansir dari berbagai sumber.

1. Ampyang Maulid

Ampyang Maulid, dilansir dari Kompas.com, berasal dari Kudus, Jawa Tengah. Ampyang adalah tandu yang berisi nasi kepel dibungkus dengan daun jati. Nasi bungkus ini kemudian dirangkai menjadi mirip gunungan setinggi 1,5 meter. Selain nasi kepel, ada pula gunungan berisi buah-buahan dan hasil sayuran lain. Ampyang berisi nasi lengkap dengan kerupuk dan sayur yang dibungkus daun jati. Ratusan nasi bungkus ini kemudian akan diperebutkan warga. Sebelumnya ampyang didoakan lebih dahulu oleh tokoh pemuka dan sesepuh agama Islam di Loram Kulon. Pembagian ampyang jadi puncak acara setelah kirab berakhir.

2. Kuah Beulangong

Masyarakat Aceh biasanya memasak kuah beulangong di berbagai perayaan, seperti kenduri, penyambutan kelahiran, pesta pernikahan, dan masih banyak lagi. Kari kambing khas Aceh ini sebenarnya tak hanya muncul di perayaan Maulid Nabi saja. Dilansir dari Tribun Travel, kuah beulangong adalah kuah kari kambing yang dimasak ke dalam beulangong. Beulangong merupakan belanga yang berukuran sangat besar. Kuah beulangong terdiri dari daging kambing yang dicampur dengan nangka muda.

3. Sumpil

Masyarakat Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah punya makanan khas yang muncul di perayaan Maulid Nabi Muhammad. Mirip dengan ketupat, tapi dibungkus dengan daun bambu dan dibentuk limas segitiga. Sumpil bisa ditemukan dalam tradisi weh-wehan atau hantaran saat peringatan Maulid Nabi Muhammad. Konon sumpil diperkenalkan sejak zaman Sunan Kalijaga. Bentuk limas segitiga ini dilansir Kompas.com, memiliki arti sendiri. Garis segitiga ke atas menandakan hubungan antara manusia dengan Allah atau habluminallah. Sementara garis ke bawah menandakan hubungan sesama manusia atau habluminannas.

4. Nasi Suci Ulam Sari

Nasi suci ulam sari yang khas muncul saat perayaan Maulid Nabi Muhammad di Pacitan, Jawa Timur. Nasi ini merupakan simbol permohonan masyarakat supaya dijauhkan dari mara bahaya dan diberkahi Tuhan. Biasanya nasi suci ulam sari disajikan pada malam 12 Rabiul Awal. Nasi ini dibawa setiap kepala keluarga ke rumah tokoh masyarakat atau masjid kampung. Nasinya sendiri berupa nasi uduk yang dibentuk tumpeng berbagai ukuran. Kemudian di atasnya diberi lauk ayam utuh yang direbus dan ditambah pelengkap lain seperti sayuran.

5. Kue Kolombengi dan Wapili

Kue kolombengi dan wapili menjadi hiasan tolangga atau usungan untuk menyambut perayaan walima atau Maulid Nabi Muhammad di Gorontalo. Dilansir dari Kompas.com, tolanggan dibuat dari kayu atau rotan yang berbentuk menara atau perahu. Dari pucuk sampai ke bawah, biasanya dipenuhi oleh dua jenis kue khas ini. Kolombengi atau plemben terbuat dari telur dan tepung terigu. Biasanya masyarakat sudah membuat kue kolombengi sejak beberapa hari sebelum perayaan Maulid karena jumlah yang dibutuhkan bisa mencapai ribuan kue. Sementara kue wapili atau wafel memang mirip dengan waffle khas Belgia. Bedanya, kue ini dibuat dengan bahan berupa tepung beras, gula merah, santan, dan telur. Namun secara umum tekstur dan tampilan antara wapili dan waffle hampir sama.

6. Endog-endogan

Tradisi yang berlangsung di Kabupaten Banyuwangi ini khusus dilakukan pada Maulid Nabi. Dilansir dari Kompas.com, masyarakat Banyuwangi menyebutnya Tradisi Muludan Endog-endogan. Endog dalam bahasa Indonesia artinya telur. Telur direbus biasa lalu ditusuk dengan bambu kecil. Tusukan tersebut kemudian dihias dengan kembang kertas yang disebut kembang endog. Kembang endog ini lalu ditancapkan pada jodang, yakni pohon pisang yang juga dihias dengan kertas warna-warni. Jodang-jodang tersebut kemudian diarak keliling kampung. Diiringi dengan alat musik tradisional seperti alat musik patrol, terbang, atau rebana. Setelahnya, barulah telur dibagikan pada masyarakat selepas pengajian dan makan bersama.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "6 Makanan Khas Perayaan Maulid Nabi Muhammad di Indonesia", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/food/read/2020/10/28/173500075/6-makanan-khas-perayaan-maulid-nabi-muhammad-di-indonesia?page=all#page2.


KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm