Sejumlah warga menyaksikan proses penenggelaman kapal pelaku pencurian ikan KM SINO 26 dan KM SINO 35 di perairan Desa Morela, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sabtu (1/4/2017). Proses penenggelaman dipimpin langsung Menteri Kelautan dan Perikanan selaku Komandan Satgas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115) Susi Pudjiastuti didampingi Wakil KSAL Laksdya TNI Achmad Taufiqoerrochman, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur dan Gubernur Maluku Said Assagaff.
Sejumlah warga menyaksikan proses penenggelaman kapal pelaku pencurian ikan KM SINO 26 dan KM SINO 35 di perairan Desa Morela, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sabtu (1/4/2017). Proses penenggelaman dipimpin langsung Menteri Kelautan dan Perikanan selaku Komandan Satgas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115) Susi Pudjiastuti didampingi Wakil KSAL Laksdya TNI Achmad Taufiqoerrochman, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur dan Gubernur Maluku Said Assagaff. ( (ANTARA FOTO/IZAAC MULYAWAN) )

Kapal Asing Selain Ditenggelamkan, Juga Dihibahkan Kepentingan Pendidikan hingga Pendapatan Negara Oleh KKP

5 Maret 2021 17:18 WIB

SONORABANGKA.ID - Kapal- kapal asing yang ditangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Selain ditenggelamkan, juga dihibahkan bagi kepentingan lain.

Sekretaris Jenderal KKP sekaligus Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Antam Novambar mengatakan, kapal asing itu dihibangkan untuk kepentingan pendidikan, penelitian, hingga dilelang untuk pendapatan negara.

"Penenggelaman bukan satu-satunya opsi dalam mengelola kapal-kapal asing yang sudah memiliki keputusan hukum tetap," ucap Antam, setelah penenggelaman kapal asing berbendera Vietnam dan Malaysia di Perairan Air Raja, Batam, Kepulauan Riau, dikutip dari KOMPAS TV, Jumat (5/3/2021).


Antam menyampaikan, beberapa kapal yang disita negara tersebut ada yang diserahkan ke perguruan tinggi dan ke balai penelitian.

Sebab, kata dia, selama ini beberapa kampus hanya memiliki fakultas perikanan tetapi justru tidak mempunyai kapal.

"Jadi kami berikan. Riset laut tidak punya kapal, kami berikan. Jadi ada yang dimanfaatkan,” ujarnya.


Menurut Antam, dalam dua hari terakhir ada 10 kapal asing yang telah ditenggelamkan di perairan Batam, Provinsi Kepulauan Riau. penenggelaman 10 kapal tersebut sesuai keputusan hukum tetap pengadilan.

"Penenggelaman ini juga bentuk tegas dan komitmen KKP dan aparat terhadap pelaku illegal fishing," ujar dia.

Adapun dalam penenggelaman kapal yaitu di perairan Batam, KKP bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Batam dan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Selain Ditenggelamkan, KKP Hibahkan Kapal Asing untuk Kepentingan Pendidikan hingga Pendapatan Negara", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2021/03/05/16061021/selain-ditenggelamkan-kkp-hibahkan-kapal-asing-untuk-kepentingan-pendidikan.

Sumberkompas
KOMENTAR
101.1 fm
103.5 fm
105.9 fm
94.4 fm